Search News

Product & Services


Equity Brokerage

Melanjutkan kenaikan pada tahun sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatat hasil yang mengesankan pada tahun 2010. Kembali menjadi salah satu negara dengan tingkat kenaikan indeks bursa tertinggi di dunia, IHSG tahun ini ditutup pada level 3.703,512, atau melonjak sebesar 46,13% dibanding penutupan tahun 2009 yang sebesar 2.534,356.

Dengan total 420 emiten yang melantai di Bursa, total kapitalisasi mencapai rekornya pada akhir tahun 2010 ini, yakni sebesar Rp 3.247,097 trilliun. Seiring dengan lonjakan indeks, rata-rata nilai transaksi per hari pun terus meningkat hingga mencapai Rp 4.801 trilliun.

Kinclongnya IHSG tak terlepas dari membaiknya hampir seluruh indikator makro ekonomi Indonesia. Sejak krisis global 2008, pada tahun 2010 ini, nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat untuk pertama kalinya tercatat di bawah Rp 9.000,-, yaitu tepatnya pada level Rp 8.978,- pada akhir Desember. Hampir sepanjang tahun, Bank Indonesia (BI) berhasil menjaga tingkat Suku Bunga BI pada angka 6,50%. BI dengan sangat percaya diri mempertahankan rate SBI tersebut, walaupun inflasi 2010 tercatat sebesar 6,96%. Cadangan devisa dari bulan ke bulan terus mencetak rekor sejarah baru, di mana per akhir tahun tercatat sebesar 96,207 milyar USD.

Indonesia sekali lagi mencatatkan diri sebagai salah satu negara berkembang dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di dunia, di samping China dan India. Berita gembira di penghujung tahun didapatkan dari lembaga pemeringkat internasional yang menaikkan peringkat Indonesia, persis satu level lagi di bawah investment grade.

Tahun 2010, Reliance tetap berhasil mempertahankan rata-rata transaksi per hari di atas Rp 100 milyar. Sedikit turun di banding tahun sebelumnya, tahun ini transaksi Perseroan tercatat sebesar Rp 27,842 trilliun atau berkisar rata-rata Rp 113,639 milyar per hari, turun 3 % dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 28,141 trilliun atau Rp 116,771 milyar per hari.

Lonjakan indeks akibat kenaikan harga saham yang diperdagangkan, menyebabkan volume transaksi Reliance turun sebesar 11%, seperti halnya juga BEI mencatatkan penurunan volume transaksi sebesar 12% pada tahun 2010.

Namun yang menarik adalah bahwa secara frekuensi transaksi naik 28% (dibanding dengan BEI yang hanya naik 7 %), dari 771,287 kali pada tahun 2009 (3,200 per hari) menjadi 1,006,773 kali pada tahun 2010 (4,109 per hari). Kenaikan ini menunjukkan mulai terjadinya pemerataan transaksi ke lebih banyak nasabah Perseroan, seiring mulai meningkatnya pemakaian fasilitas online trading oleh nasabah, baik pada existing clients maupun para new clients.

Relitrade  fasilitas online trading Reliance  yang secara resmi diluncurkan pada tanggal 22 Februari 2010, memberikan kontribusi nilai transaksi mencapai 14,47%, atau sebesar Rp 4.060,022 milyar dari total transaksi Perseroan Rp 28.050,952 milyar sepanjang tahun 2010.

Sejalan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2010 ini pun Perseroan terus melebarkan sayapnya melalui pembukaan kantor-kantor perwakilan dan galeri investasi di beberapa lokasi. Di awal tahun, dibuka sekaligus  2 (dua) Pojok Bursa dan Galeri Investasi di kota Malang. Pojok Bursa dan Galeri Investasi di Universitas Brawijaya dan STIE Malangkucecwara ini merupakan kerjasama Perseroan dengan pihak perguruan tinggi dan PT Bursa Efek Indonesia. Sedangkan penambahan kantor perwakilan dilakukan di lokasi Jakarta-Taman Mini, Surakarta, dan Tangerang-BSD.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Reliance selalu mengaitkan penerbitan Surat Berharga Negara di mana Reliance bertindak sebagai Agen Penjual dengan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang mengusung kecintaan pada alam. Pada penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR002, Reliance menyelenggarakan kegiatan CSR bertema Restorasi Habitat Badak Bercula Satu, bekerjasama dengan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Pada penerbitan Obligasi Ritel seri ORI007, tema yang diusung oleh Reliance adalah ORI007 untuk Kearifan Tradisi Suku Dayak, dan donasi dilakukan terhadap masyarakat Dayak yang tinggal di kawasan sekitar Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat. Demikian juga peluncuran fasilitas online trading ReliTrade, tema CSR yang diusung adalah 1,7% selama 17 minggu untuk bumi Indonesia. Untuk seluruh inisiatif kecintaan pada lingkungan yang dilakukan Reliance, Reliance meraih penghargaan Best CSR for Indonesia Awards 2010, kategori CSR Kehutanan, yang diberikan oleh Majalah Bisnis & CSR.


Fixed Income Trading

Usaha meningkatkan pertumbuhan kondisi perekonomian negara-negara Eropa dan Amerika melalui kebijakan tingkat suku bunga rendah telah mendorong masuknya aliran dana investasi ke negara-negara di kawasan Asia Timur. Aliran dana yang masuk ke pasar Asia diperkirakan mencapai USD 850 milyar, lebih tinggi dari tahun 2009 yang mencapai USD 581 milyar. Derasnya aliran dana asing masuk ke Indonesia pada tahun 2010 telah menekan turunnya yield dari kisaran 8,95% - 10,92% menjadi 6,9% - 9,6% yang menyebabkan imbal hasil SUN tidak jauh dari suku bunga acuan BI Rate yaitu 6,5%. Sementara itu porsi kepemilikan asing terus meningkat dari +/- 20% pada kuartal pertama tahun 2010 dan mencapai Rp 191,99 triliun pada akhir bulan Oktober 2010 atau +/- 30% dari total (Rupiah) obligasi pemerintah RI dengan prosentase jumlah kepemilikan asing mencapai 18%, tertinggi dibandingkan dengan Malaysia dan Korea yang mencapai 9%.

Sentimen bailout hutang Yunani yang terjadi pada bulan Mei 2010 mengakibatkan investor asing melakukan penarikan dana dari emerging market dan menginvestasikan dananya pada investasi yang relatif aman seperti dolar dan surat utang Pemerintah AS. Namun demikian sentimen positif peningkatan peringkat Indonesia oleh Moody's menjadi Ba2 telah memperkuat nilai tukar rupiah dan membawa arus balik modal pada bulan berikutnya.

Membaiknya pasar surat hutang dalam negeri mendorong pertumbuhan usaha Divisi Pendapatan Tetap. Nilai transaksi Divisi Pendapatan Tetap selama tahun 2010 meningkat 181,5% dari Rp 662,74 milyar menjadi Rp 1.865,62 milyar. Pendapatan pun meningkat 76.5% seiring kenaikan transaksi tersebut menjadi Rp 2,448 milyar di tahun 2010.

Tahun 2010 dimulai dengan keikutsertaan Reliance sebagai Agen Penjual pada penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR002. SR002 yang terbit dengan imbal hasil ijarah 8,75% per tahun tersebut diminati oleh investor sehingga Pemerintah terpaksa membatasi jumlah penerbitannya, dan penjualan Reliance saat itu pun dibatasi Rp 150 milyar. Namun demikian, Reliance adalah satu-satunya agen penjual yang mengaitkan penjualan Sukuk Negara Ritel tersebut dengan kegiatan perlindungan terhadap habitat hewan yang dilindungi, yaitu badak bercula satu.

Pada semester kedua tahun ini, Reliance kembali dipercaya sebagai Agen Penjual Obligasi Negara Ritel seri SR007. Penjualan ORI007 melalui Reliance mencapai Rp 261 milyar, dan kembali melalui penerbitan ORI007 Reliance melaksanakan komitmen berupa adopsi 2.610 bibit pohon selama 3 tahun dan 5 buah perahu (longboat) di Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat.

Selain bahwa pendapatan dari kedua penerbitan surat utang negara tersebut secara konsisten melengkapi pendapatan dari transaksi obligasi kami, penjualan kedua instrumen negara tersebut menguatkan citra Reliance sebagai perusahaan sekuritas yang dipercaya oleh Pemerintah, dan semakin melebarkan jaringan kerja Reliance dengan sub-sub agen penjual dari berbagai lembaga dan instansi.

Beberapa kebijakan baru di Divisi Pendapatan Tetap dilaksanakan. Reliance mempertimbangkan dan mempersiapkan kepemilikan portofolio efek berpendapatan tetap untuk mendukung transaksi obligasi sekaligus menciptakan sumber peluang keuntungan baru bagi Divisi Treasury. Demikian juga  selama tahun 2010 kerjasama dengan bank-bank lokal dan asing ditingkatkan. Fasilitas intraday bagi Reliance bertambah, dan  jalur-jalur baru dibuka. Diharapkan dengan membaiknya kualitas sumber daya manusia, terbangunnya infrastruktur yang lebih baik, dan keleluasaan dalam menangani portofolio efek berpendapatan tetap, Divisi Pendapatan Tetap semakin dapat memberikan kontribusi positif untuk Perusahaan.


Corporate Finance

Setelah melewati masa-masa krisis aksi korporasi pada tahun 2009, pasar modal di tahun 2010 marak dengan kegiatan-kegiatan IPO, right issue, maupun penerbitan surat hutang. Apalagi dengan suku bunga bank yang tidak kunjung turun, pelaku pasar lebih melirik pasar modal untuk sumber pendanaan.

Sepanjang tahun 2010, Reliance semakin aktif dalam keikutsertaan sindikasi penjamin emisi efek. Dari total 23 IPO pada tahun 2010, Reliance berpartisipasi dalam 10 di antaranya, dengan total sindikasi penjaminan sebesar Rp 11,08 milyar. Namun demikian nilai penjaminan ini menurun dibandingkan dengan nilai penjaminan IPO pada tahun 2009 yang mencapai Rp 31,144 milyar dengan jumlah keikutsertaan yang lebih sedikit. Divisi Investment Banking pun masih dapat mempertahankan pendapatan di level Rp 2,19 milyar walaupun sedikit turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,60 milyar.

Angka penjaminan tersebut masih jauh lebih rendah dari kapasitas penjaminan yang telah disiapkan oleh Perusahaan. Untuk itu pada tahun-tahun berikutnya, Reliance akan lebih aktif lagi dalam membantu perusahaan-perusahaan yang ingin mencari sumber pendanaan melalui pasar modal melalui Penawaran Umum baik berbentuk saham maupun surat hutang, yang pada akhirnya memberikan peluang bagi Divisi Investment Banking untuk meraih pendapatan melalui jasa penjaminan (underwriting) maupun jasa sebagai penasehat keuangan (financial advisor).

Selain melakukan aktifitas penjaminan (underwriting), Divisi Investment Banking juga melakukan aktifitas sebagai Penasehat dan Pelaksana Divestasi PT Bekasi Power, yang pada awal tahun 2010 berhasil diselesaikan.


Asset Management

Selama tahun 2010, reksa dana saham menunjukkan kinerja yang sangat baik, sejalan dengan pergerakan IHSG yang terus memperlihatkan trend bullish. Di awal tahun 2010, IHSG berada pada kisaran 2.533, terus mengalami rally hingga mencapai kisaran 3.700 pada akhir tahun. Bila dilihat dari pergerakan indeks tersebut, IHSG mengalami peningkatan kinerja sekitar 46,13%. Kinerja reksa dana saham yang memiliki korelasi positif dengan kinerja IHSG, seharusnya tidak akan terlalu jauh bergerak dari kisaran prosentase kinerja IHSG tersebut.

Sementara dilihat dari total dana kelolaan atau total Asset Under Management (AUM) reksa dana yang mencapai Rp 146 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 32,88%, bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Demikian pula dengan pertumbuhan unit penyertaan reksa dana yang mencapai 17,39%, yang saat ini mencapai 81.5 juta unit penyertaan. Hal ini mengindikasikan bahwa produk reksa dana masih menjadi alternatif investasi bagi masyarakat.

Produk Reksa Dana Reliance Equity Fund (REF) yang dikelola PT Reliance Asset Management juga tidak luput dari pengaruh pergerakan bullish dari IHSG. Di awal tahun 2010, Nilai Aktiva Bersih (NAV) dari produk Reksa Dana REF yang sebelumnya berada pada level 1.419, terus mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan IHSG hingga ditutup pada level 1.900 di  bulan Desember 2010.

Korelasi positif yang ditunjukkan oleh kinerja IHSG dan kinerja Reksa Dana REF, memberi kami keyakinan bahwa kinerja Reksa Dana REF di tahun 2011, masih akan terus bertumbuh, seiring dengan pergerakan market yang diprediksi masih berada di jalur positif. Reksa Dana REF menjadi salah satu alternatif investasi yang direkomendasikan kepada nasabah Perusahaan karena dapat memberikan keuntungan berarti bagi nasabah.

Tahun 2010 merupakan tahun konsolidasi bagi PT Reliance Asset Management dalam rangka memenuhi ketentuan dan peraturan pasar modal yang berlaku. Pemenuhan peraturan V.D.11 mengenai 10 (sepuluh) fungsi-fungsi dalam manajer investasi, pemenuhan ketentuan permodalan dan peningkatan Asset Under Management (AUM) Reksa Dana Reliance Equity Fund menjadi skala prioritas. Namun demikian, pada semester kedua tahun ini PT Reliance Asset Management tidak dapat dengan leluasa melakukan aktifitas pemasaran, dikarenakan tidak tercukupinya jumlah Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan. Akibatnya perkembangan bisnis manajer investasi dan pengembangan produk Reksa Dana Reliance Equity Fund serta produk investasi lainnya, belum berjalan dengan baik. Namun demikian sampai dengan laporan ini dibuat, PT Reliance Asset Management sudah memenuhi persyaratan tersebut dan beraktifitas normal.


Research

Divisi Riset memiliki peranan penting dalam mengembalikan kepercayaan nasabah pada pasar modal,   khususnya setelah trauma krisis tahun 2008 dan fluktuasinya di tahun 2009. Produk riset yang diterbitkan semakin menjadi referensi bagi nasabah maupun broker/sales dalam menentukan keputusan investasi. Produk-produk riset tersebut memang dibuat lengkap dan menyeluruh mencakup mengenai perkembangan makroekonomi, pasar saham, pasar obligasi, dan pasar komoditas baik secara global maupun nasional dan laporan teknikal atas berbagai perusahaan yang tercatat di bursa efek, dalam bentuk Daily Insight, Over the Horizon, Stock Focus, Industry Sector Report, Monthly Strategies, Special Report, Technical Report, dan Market Outlook.

Setelah pada tahun 2009 Divisi Riset menata profil produk dan sistem distribusinya, tahun 2010 dimanfaatkan untuk meningkatkan kedisiplinan penyampaian produk riset tersebut kepada tenaga pemasar maupun nasabah. Daily Insight, produk riset harian yang setiap pagi diterbitkan, dibuat lebih kompak dan informatif untuk kepentingan  trading harian, dan disampaikan lebih pagi, bahkan sebelum pukul 07.00 WIB setiap harinya. Setiap pagi sebelum dimulainya jam perdagangan, diskusi antar kantor perwakilan dengan riset melalui conference call juga menjadi ?sarapan? yang ditunggu-tunggu oleh para pialang dan sales. Demikian juga dengan Stock Focus yang membahas secara mendalam sebuah Emiten, secara disiplin diproduksi minimal 2 laporan setiap bulannya. Kehadiran fasilitas online trading ReliTrade turut memacu Divisi Riset melakukan update berita secara real-time dan terus menerus, baik melalui website www.relitrade.com maupun secara interaktif melalui forum.

Untuk meningkatkan kualitas analisa, tim di Divisi Riset diperkuat dengan kursus-kursus terkait dengan analisa pasar modal dan penambahan buku-buku dan media finansial. Divisi Riset juga memulai menerbitkan produk riset dalam bahasa Inggris walaupun belum merupakan rutinitas.

Divisi Riset juga membangun imej dan kepercayaan nasabah lewat analisis riset yang kerap dipublikasikan melalui media cetak, muncul sebagai narasumber pada media radio, dan bahkan media televisi. Dengan bertambahnya kantor perwakilan, Divisi Riset pun semakin aktif dalam melakukan pertemuan dengan nasabah di kota-kota di lokasi kantor perwakilan. Tim dalam Divisi Riset pun turut melakukan sosialisasi pasar modal dan edukasi kepada masyarakat melalui pelatihan-pelatihan pasar modal yang diselenggarakan bersama-sama dengan Bursa Efek Indonesia, atau yang diselenggarakan bersama-sama dengan Pojok BEI.



A
A
A

IDX CHART

LOGIN

Username
Password

call center        Yahoo Chat
verisign

QUOTE

WORLD INDEX

  Index %
Gold1,719.90-1.17%
EUR-USD1.3035-0.9295%
Nasdaq2,905.66+1.61%
Dow12,862.20+1.23%
S&P 5001,344.90+1.46%
FTSE 1005,871.65-0.50%
STOXX 502,491.89-0.92%
DAX6,729.01-0.56%
Oil (WTI)96.67-1.20%
U.S. 10-year1.908%-0.016
BAC:US7.84+5.23%
8411:JP120.00+1.69%
Nikkei8,929.20-0.23%
TOPIX769.85
Hang Seng20,709.90
2012-02-06 16:51:02

IDX INDEX

  Index Point
AGRI
2,228.50
33.38
BASIC-IND
420.02
-5.07
CONSUMER
1,335.96
-15.29
INFRASTRUCE
714.44
-3.73
FINANCE
497.57
-6.20
MANUFACTURE
1,021.58
-15.34
MINING
2,753.77
-19.94
MISC-IND
1,371.86
-29.10
PROPERTY
243.63
-3.05
TRADE
638.19
-5.84
DBX
569.45
-4.67
MBX
1,140.00
-12.15
KOMPAS100
897.83
-10.56
LQ45
693.83
-9.30
JII
565.34
-6.08
BISNIS-27
338.35
-5.36
PEFINDO25
452.94
-4.85
SRI-KEHATI
208.54
-2.92
COMPOSITE
3,974.79
-41.16
2012-02-06 16:55:01

TOP 5

  Freq Price %
TRIL6,01884-6.67
STAR5,77768-2.86
AKRA2,9503,450-2.82
KRAS2,9408900.00
TRAM2,5829801.03
2012-01-20 16:55:03
  Price Gain %
ERTX2505025.00
WOMF2905523.40
VOKS1,50017012.78
BAEK1,95020011.43
UNIT3603510.77
2012-01-20 16:55:02
  Price Loss %
PRAS121-13-9.70
TRIL84-6-6.67
HITS235-15-6.00
META235-15-6.00
JRPT2,025-125-5.81
2012-01-20 16:55:02

EXCHANGE RATE

  Jual Beli
 USD 9125.00  8875.00 
 SGD 7331.65  7102.65 
 HKD 1177.60  1143.50 
 CHF 9910.65  9608.65 
 GBP14417.80 13986.80 
 AUD 9788.30  9484.30 
 JPY 119.67  115.17 
 SEK 1366.70  1316.90 
 DKK 1617.90  1556.10 
 CAD 9177.30  8879.30 
 EUR11945.90 11581.90 
 SAR 2442.35  2358.35 
 NZD 7603.40  7342.40 
 CNY 1446.95  1404.95 
2012-02-06 16:02:02

ORI Reli

  Index
ORI 003 100,925
ORI 004 103,000
ORI 005 110,000
ORI 006 103,000
ORI 007 104,350
ORI 008 104,700

Sukuk Ritel

  Index
SR 001 101,063
SR 002 103,875
SR 003 104,350



reliance ksei kpei idx bappepam
2012-02-06 16:45:01 AALI 21,950 450 (2.09 %) | ABBA 120 -3 (-2.44 %) | ABDA 760 0 (0.00 %) | ABMM 3,725 25 (0.68 %) | ACES 4,600 -200 (-4.17 %) | ADES 1,070 0 (0.00 %) | ADHI 710 -10 (-1.39 %) | ADMF 12,600 0 (0.00 %) | ADMG 580 0 (0.00 %) | ADRO 1,940 20 (1.04 %) | AGRO 136 0 (0.00 %) | AHAP 190 0 (0.00 %) | AISA 500 5 (1.01 %) | AKPI 970 -30 (-3.00 %) | AKRA 3,625 0 (0.00 %) | ALDO 495 0 (0.00 %) | ALMI 1,120 -30 (-2.61 %) | AMAG 171 -3 (-1.72 %) | AMAG-W 55 -1 (-1.79 %) | AMFG 7,000 50 (0.72 %) | ANTM 1,930 20 (1.05 %) | APIC 215 -5 (-2.27 %) | APLI 82 -2 (-2.38 %) | APLN 325 -5 (-1.52 %) | APOL 86 -34 (-28.33 %) | ARII 1,460 40 (2.82 %) | ARNA 455 25 (5.81 %) | ARTI 280 -10 (-3.45 %) | ASBI 300 0 (0.00 %) | ASGR 1,020 20 (2.00 %) | ASIA 62 2 (3.33 %) | ASII 77,000 -1,750 (-2.22 %) | ASRI 540 0 (0.00 %) | ATPK 162 -3 (-1.82 %) | AUTO 3,550 -25 (-0.70 %) | BAJA 270 -5 (-1.82 %) | BAPA-W 29 9 (45.00 %) | BAYU 260 -10 (-3.70 %) | BBCA 8,050 0 (0.00 %) | BBKP 650 -20 (-2.99 %) | BBLD 560 20 (3.70 %) | BBNI 3,425 -150 (-4.20 %) | BBRI 7,000 -150 (-2.10 %) | BBTN 1,210 -10 (-0.82 %) | BCAP 1,000 0 (0.00 %) | BDMN 4,800 25 (0.52 %) | BEKS 132 -1 (-0.75 %) | BFIN 5,200 0 (0.00 %) | BHIT 285 10 (3.64 %) | BIPI 235 -5 (-2.08 %) | BIPI-W 86 -3 (-3.37 %) | BIPP 57 1 (1.79 %) | BISI 930 0 (0.00 %) | BJBR 1,100 -30 (-2.65 %) | BKDP 114 2 (1.79 %) | BKSL 235 -10 (-4.08 %) | BMRI 6,400 -150 (-2.29 %) | BMTR 1,220 70 (6.09 %) | BNBA 151 1 (0.67 %) | BNBR 51 1 (2.00 %) | BNGA 1,200 0 (0.00 %) | BNII 460 5 (1.10 %) | BNLI 1,410 0 (0.00 %) | BORN 860 -20 (-2.27 %) | BRAU 425 -5 (-1.16 %) | BRMS 570 -20 (-3.39 %) | BRMS-W 48 -8 (-14.29 %) | BRNA 1,700 10 (0.59 %) | BRPT 760 -10 (-1.30 %) | BSDE 1,100 -30 (-2.65 %) | BSIM 290 -5 (-1.69 %) | BSIM-W 142 0 (0.00 %) | BTEK 1,300 80 (6.56 %) | BTEL 270 -5 (-1.82 %) | BTON 390 0 (0.00 %) | BTPN 3,400 -50 (-1.45 %) | BUDI 245 -5 (-2.00 %) | BULL 80 -1 (-1.23 %) | BULL-W 17 -1 (-5.56 %) | BUMI 2,525 -75 (-2.88 %) | BUVA 395 0 (0.00 %) | BVIC 137 0 (0.00 %) | BVIC-W3 47 1 (2.17 %) | BWPT 1,370 70 (5.38 %) | BYAN 18,000 0 (0.00 %) | CASS 395 5 (1.28 %) | CFIN 470 -5 (-1.05 %) | CFIN-W 100 2 (2.04 %) | CLPI 1,400 -40 (-2.78 %) | CMNP 1,760 -40 (-2.22 %) | CNKO 113 -1 (-0.88 %) | CNTX 7,100 -100 (-1.39 %) | COWL 230 0 (0.00 %) | CPIN 2,600 -75 (-2.80 %) | CSAP 240 5 (2.13 %) | CTRA 620 0 (0.00 %) | CTRP 580 -20 (-3.33 %) | CTRS 860 -10 (-1.15 %) | CTTH 68 0 (0.00 %) | DART 470 -5 (-1.05 %) | DAVO 50 0 (0.00 %) | DEWA 87 -2 (-2.25 %) | DGIK 101 -3 (-2.88 %) | DILD 265 -5 (-1.85 %) | DILD-W 3 0 (0.00 %) | DKFT 1,820 -90 (-4.71 %) | DKFT-W 1,060 -130 (-10.92 %) | DOID 640 -20 (-3.03 %) | DPNS 680 10 (1.49 %) | DSFI 50 0 (0.00 %) | DSSA 10,300 -700 (-6.36 %) | DVLA 1,200 0 (0.00 %) | EKAD 335 0 (0.00 %) | ELSA 250 0 (0.00 %) | ELTY 131 -7 (-5.07 %) | EMDE 150 0 (0.00 %) | EMTK 4,300 200 (4.88 %) | ENRG 188 -9 (-4.57 %) | ENRG-W 48 -4 (-7.69 %) | EPMT 750 0 (0.00 %) | ERAA 1,260 -20 (-1.56 %) | ERTX 450 90 (25.00 %) | ESSA 1,060 -20 (-1.85 %) | ETWA 465 5 (1.09 %) | EXCL 4,575 -100 (-2.14 %) | FASW 3,925 -75 (-1.88 %) | FISH 2,300 -25 (-1.08 %) | FMII 160 -5 (-3.03 %) | FORU 155 -3 (-1.90 %) | FPNI 148 0 (0.00 %) | FREN 50 0 (0.00 %) | FREN-W 16 0 (0.00 %) | GDST 135 0 (0.00 %) | GDYR 12,300 0 (0.00 %) | GEMA 300 0 (0.00 %) | GEMS 2,550 -50 (-1.92 %) | GGRM 57,950 -1,200 (-2.03 %) | GIAA 610 -20 (-3.17 %) | GJTL 2,750 -50 (-1.79 %) | GOLD 395 0 (0.00 %) | GPRA 145 -4 (-2.68 %) | GREN 120 -2 (-1.64 %) | GREN-W 27 0 (0.00 %) | GTBO 570 0 (0.00 %) | GWSA 200 -5 (-2.44 %) | GZCO 280 -5 (-1.75 %) | HADE 50 0 (0.00 %) | HDFA 225 -5 (-2.17 %) | HEXA 9,800 -250 (-2.49 %) | HMSP 46,500 1,500 (3.33 %) | HRUM 7,600 -50 (-0.65 %) | IATA 50 0 (0.00 %) | ICBP 5,200 50 (0.97 %) | ICON 650 0 (0.00 %) | IDKM 2,975 75 (2.59 %) | IGAR 650 -20 (-2.99 %) | IIKP 1,000 0 (0.00 %) | IKAI 140 -8 (-5.41 %) | IMAS 15,500 -500 (-3.13 %) | INAF 210 -10 (-4.55 %) | INAI 660 -10 (-1.49 %) | INCI 210 -5 (-2.33 %) | INCO 4,000 25 (0.63 %) | INDF 4,850 -75 (-1.52 %) | INDR 2,125 50 (2.41 %) | INDS 3,575 -50 (-1.38 %) | INDY 2,350 -100 (-4.08 %) | INKP 1,310 0 (0.00 %) | INPC 113 -2 (-1.74 %) | INTA 780 -10 (-1.27 %) | INTP 16,650 -450 (-2.63 %) | INVS 6,150 200 (3.36 %) | IPOL 135 0 (0.00 %) | IPOL-W 29 0 (0.00 %) | ISAT 5,450 50 (0.93 %) | ITMG 39,350 150 (0.38 %) | JAWA 365 -5 (-1.35 %) | JECC 770 40 (5.48 %) | JIHD 630 30 (5.00 %) | JKON 1,490 -10 (-0.67 %) | JPFA 4,400 75 (1.73 %) | JPRS 520 -20 (-3.70 %) | JSMR 4,425 -50 (-1.12 %) | JTPE 385 0 (0.00 %) | KAEF 450 -5 (-1.10 %) | KARK 50 0 (0.00 %) | KBLI 108 1 (0.93 %) | KBLM 110 -1 (-0.90 %) | KBLV 530 0 (0.00 %) | KBRI 64 -1 (-1.54 %) | KBRI-W2 19 -2 (-9.52 %) | KDSI 240 -5 (-2.04 %) | KIAS 98 -7 (-6.67 %) | KIJA 178 -6 (-3.26 %) | KKGI 6,900 -100 (-1.43 %) | KLBF 3,575 0 (0.00 %) | KPIG 650 0 (0.00 %) | KRAS 850 -20 (-2.30 %) | KREN 770 -10 (-1.28 %) | LAMI 250 25 (11.11 %) | LCGP 114 -1 (-0.87 %) | LMAS 50 0 (0.00 %) | LMPI 250 -20 (-7.41 %) | LPCK 1,880 -60 (-3.09 %) | LPGI 1,590 0 (0.00 %) | LPIN 2,300 150 (6.98 %) | LPKR 720 20 (2.86 %) | LPLI 220 -10 (-4.35 %) | LPPS 123 4 (3.36 %) | LSIP 2,500 50 (2.04 %) | LTLS 890 0 (0.00 %) | MAIN 1,030 -40 (-3.74 %) | MAMI 50 0 (0.00 %) | MAPI 5,800 -200 (-3.33 %) | MASA 495 5 (1.02 %) | MBAI 13,200 700 (5.60 %) | MBSS 1,070 -30 (-2.73 %) | MBTO 420 0 (0.00 %) | MDLN 345 0 (0.00 %) | MDRN 3,175 175 (5.83 %) | MEDC 2,300 25 (1.10 %) | META 280 0 (0.00 %) | META-W 191 -1 (-0.52 %) | MFIN 750 10 (1.35 %) | MFMI 225 0 (0.00 %) | MICE 465 -5 (-1.06 %) | MIDI 425 5 (1.19 %) | MITI 62 -3 (-4.62 %) | MLIA 400 0 (0.00 %) | MLPL 156 0 (0.00 %) | MLPL-W 41 2 (5.13 %) | MNCN 1,610 60 (3.87 %) | MPPA 930 0 (0.00 %) | MRAT 560 10 (1.82 %) | MTDL 121 2 (1.68 %) | MTFN 315 10 (3.28 %) | MTLA 230 -5 (-2.13 %) | MYOH 1,920 10 (0.52 %) | MYOR 14,750 50 (0.34 %) | MYRX 280 -5 (-1.75 %) | MYRXP 61 -2 (-3.17 %) | MYTX 270 0 (0.00 %) | NIKL 275 -5 (-1.79 %) | NISP 1,200 40 (3.45 %) | OKAS 275 5 (1.85 %) | PADI 580 -10 (-1.69 %) | PADI-W 200 0 (0.00 %) | PANR 166 1 (0.61 %) | PANS 1,370 -30 (-2.14 %) | PBRX 500 -20 (-3.85 %) | PBRX-W 101 9 (9.78 %) | PGAS 3,400 75 (2.26 %) | PGLI 104 2 (1.96 %) | PICO 210 0 (0.00 %) | PKPK 173 -3 (-1.70 %) | PLAS 1,370 0 (0.00 %) | PNBN 890 0 (0.00 %) | PNIN 470 -5 (-1.05 %) | PNLF 152 -5 (-3.18 %) | PNLF-W 40 0 (0.00 %) | POLY 440 -15 (-3.30 %) | PRAS 123 3 (2.50 %) | PSAB 3,900 125 (3.31 %) | PTBA 20,300 -200 (-0.98 %) | PTIS 960 20 (2.13 %) | PTPP 570 -20 (-3.39 %) | PTRO 36,100 -8,900 (-19.78 %) | PTSN 90 -1 (-1.10 %) | PTSP 670 10 (1.52 %) | PUDP 485 5 (1.04 %) | PWON 820 -30 (-3.53 %) | PYFA 199 0 (0.00 %) | R-LQ45X 700 -6 (-0.85 %) | RAJA 590 -20 (-3.28 %) | RALS 800 -20 (-2.44 %) | RBMS 95 -4 (-4.04 %) | RICY 196 -9 (-4.39 %) | RIGS 405 -40 (-8.99 %) | RIMO 50 0 (0.00 %) | RMBA 890 -20 (-2.20 %) | RODA 195 -5 (-2.50 %) | ROTI 3,525 -50 (-1.40 %) | RUIS 270 -5 (-1.82 %) | SAFE 80 -7 (-8.05 %) | SCMA 9,000 -50 (-0.55 %) | SDMU 300 0 (0.00 %) | SDPC 68 -1 (-1.45 %) | SDRA 345 -20 (-5.48 %) | SGRO 3,325 75 (2.31 %) | SIMP 1,370 30 (2.24 %) | SIPD 56 -1 (-1.75 %) | SMAR 5,400 -50 (-0.92 %) | SMCB 2,275 -25 (-1.09 %) | SMDM 188 0 (0.00 %) | SMDR 4,325 -350 (-7.49 %) | SMGR 11,400 50 (0.44 %) | SMMA 4,075 -25 (-0.61 %) | SMRA 1,190 0 (0.00 %) | SMRU 610 -10 (-1.61 %) | SMSM 1,740 10 (0.58 %) | SOBI 2,150 100 (4.88 %) | SPMA 255 -5 (-1.92 %) | SRAJ 420 -15 (-3.45 %) | SRSN 59 -1 (-1.67 %) | SSIA 870 -30 (-3.33 %) | SSTM 194 -16 (-7.62 %) | STAR 64 -1 (-1.54 %) | STAR-W 16 0 (0.00 %) | SULI 134 -2 (-1.47 %) | SUPR 4,225 0 (0.00 %) | TBIG 2,475 25 (1.02 %) | TBLA 590 0 (0.00 %) | TCID 8,100 50 (0.62 %) | TELE 330 0 (0.00 %) | TELE-W 64 0 (0.00 %) | TIFA 215 5 (2.38 %) | TINS 1,910 10 (0.53 %) | TIRT 68 1 (1.49 %) | TKIM 2,125 0 (0.00 %) | TLKM 6,800 -100 (-1.45 %) | TMAS 192 -3 (-1.54 %) | TMPI 141 13 (10.16 %) | TMPO 141 -14 (-9.03 %) | TOTL 420 -5 (-1.18 %) | TOWR 11,600 -300 (-2.52 %) | TPIA 2,350 0 (0.00 %) | TRAM 980 0 (0.00 %) | TRIL 144 -2 (-1.37 %) | TRIM 97 -8 (-7.62 %) | TRST 430 -5 (-1.15 %) | TRUB 50 0 (0.00 %) | TSPC 2,600 50 (1.96 %) | TURI 690 -10 (-1.43 %) | ULTJ 1,130 0 (0.00 %) | UNIT 380 50 (15.15 %) | UNSP 285 -5 (-1.72 %) | UNSP-W2 95 -10 (-9.52 %) | UNTR 28,000 -1,250 (-4.27 %) | UNVR 19,600 -300 (-1.51 %) | VIVA 520 -20 (-3.70 %) | VIVA-W 174 -1 (-0.57 %) | VOKS 1,130 -20 (-1.74 %) | VRNA 139 2 (1.46 %) | WEHA 169 0 (0.00 %) | WEHA-W 14 -4 (-22.22 %) | WICO 69 3 (4.55 %) | WIKA 690 -20 (-2.82 %) | WINS 335 0 (0.00 %) | WINS-W 40 0 (0.00 %) | WOMF 275 -20 (-6.78 %) | YPAS 680 -10 (-1.45 %) | YULE 131 1 (0.77 %) | ZBRA 50 0 (0.00 %) |