Valuation Summary
Menggunakan metode valuasi Dividend Growth Model dengan asumsi dividend payout ratio 45%, cost of equity 13.9%, growth 10%, risk premium 6.1%, dan risk free 7.3%, maka diperoleh target harga Rp. 4,325. Rekomendasi terhadap saham BBNI adalah Buy.
Yang menjadi pertimbangan dalam memberikan rekomendasi adalah: 1) Right Issue yang telah disetujui, 2) Penerapan peraturan LDR 78%-102%, 3) Petumbuhan laba bersih, dan 3) Kualitas asset yang terus meningkat.
Right Issue Rp 10 triliun. DPR telah menyetujui BBNI melakukan right issue sekitar Rp 10 triliun atau sekitar 3,3 miliar lembar saham. Jika seluruh saham yang ditawarkan diserap semua maka persentase kepemilikan pemerintah akan menjadi 57%. Right issue ini akan menambah permodalan BBNI sehingga menambah pendanaan untuk meningkatkan kredit. Selain itu, bertambahnya kepemilikan publik dapat mengurangi tarif pajak BBNI sebesar 5% jika nantinya kepemilikan publik mecapai 40%. Right Issue BBNI akan dijadwalkan selambat-lambatnya dilakukan pada Desember 2010.
Penerapan LDR 78%-102%. Saat ini LDR BBNI sekitar 68.2% masih berada di bawah peraturan BI yang akan diterapkan pada Maret 2011. Dengan dana yang didapat dari right maka BBNI dapat menambah kredit tanpa harus menggenjot pertumbuhan DPK. Jika pertumbuhan kredit lebih tinggi dari DPK maka target minimal LDR 78% diharapkan dapat tercapai. Tersedianya dana yang cukup juga dapat mengurangi tekanan BBNI untuk menaikkan bunga DPK sehingga NIM bisa optimal.
Pertumbuhan laba bersih naik 61%. Meskipun NIM mengalami penurunan menjadi 5,8% akibat naiknya penempatan dana di BI dan bank lain, namun pertumbuhan laba bersih BBNI melonjak tajam akibat pendapatan operasional naik 48%. Selain itu penopang kenaikan laba bersih juga akibat menurunnya beban provisi sebesar 16%. Hal ini menandakan kualitas aset BBNI semakin membaik di 2010. Diperkirakan NIM akan naik kembali di akhir 2010 yang disebabkan naiknya kembali suku bunga kredit dan jumlah kredit yang disalurkan di Q4 2010. Diperkirakan kredit BBNI akan bertumbuh 20% dan NIM sebesar 6,7%.
Sementara komposisi pendanaan BBNI semakin membaik. Komposisi CASA pada Q2 2010 terus mengalami peningkatan menjadi 60% dari total DPK. Hal ini sejalan dengan kebijakan BBNI yang menerapkan pertumbuhan pendanaan murah yang agresif. Diperkirakan dengan adanya right issue maka komposisi Deposito dalam DPK dapat terus ditekan.
Kualitas aset semakin meningkat dilihat dari menurunnya rasio NPL. Seiring membaiknya perekonomian BBNI berhasil menekan jumlah kredit yang bermasah. Sampai dengan Q2 2010 persentase Gross NPL sebesar 4,3% lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,5%. Diperkirakan sampai akhir 2010 dengan pertumbuhan kredit sekitar 20% BBNI dapat menjaga besarnya NPL dilevel 4,3%. Berkurangnya rasio NPL dan membaiknya perekonomian membuat biaya provisi turun sebesar 16% selama semester 1 2010. Penurunan biaya provisi ini cukup besar peranannya terhadap kenaikan laba bersih menjadi 61%.