Search News

Over The Horizon ( 23 - 27 Agustus 2010)

Rabu, 25 Agustus 2010 | 09:52

EQUITY MARKET:

Kecemasan atas melambatnya pertumbuhan ekonomi membuat pasar saham dunia lesu dan mendongkrak daya tarik aset safe haven seperti emas, USD, JPY dan US Treasury. Indeks MSCI World turun dari level 1,103.6 menjadi 1,093.8, terendah dalam 1 bulan terakhir.

Namun, kecemasan tersebut belum sampai menghentikan arus dana ke pasar saham Emerging Market. Indeks MSCI Emerging Market menguat 0.78% ke level 988.2 dari 980.5. Indeks MSCI Asia Pasifik menguat tipis (0.36%) dari level 117.9 ke level 118.3.
FTSE100 tergelincir 80.2 poin (-1.5%) ke level 5,195.3.

Sementara CAC40 anjlok lebih parah lagi (-2.3%) ke level 3,526 sehingga secara YTD, CAC40 sudah menyusut 10.4%. Minggu ini FTSE100 masih berpotensi melanjutkan pelemahan dan berada dalam trading range 5,175 -5,320.

Melanjutkan kejatuhan 4.% pada minggu sebelumnya, Nikkei225 kehilangan 74 poin (-0.8%) ke level 9,179.4 di dorong oleh apresiasi JPY dan rendahnya pertumbuhan Q2 GDP Jepang. Minggu ini Nikkei225 masih berpotensi melemah karena JPY yang masih berpeluang menguat dan berada di kisaran 9,010 ? 9,228.


Bertambah 64.7 poin, IHSG minggu lalu kembali mencatatkan level penutupan tertinggi dalam sejarahnya (3,117.7). Indeks saham Blue Chips LQ45 naik 12.23 poin (2.11%) dari 579.9 menjadi 592.2. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp.1,99 triliun.

Kenaikan IHSG di motori oleh melonjaknya harga dari saham saham pada sektor Industri Dasar (6.61%), Consumer Goods (4.76%), Manufaktur (4.18%) dan Infrastruktur (2.74%). Kami melihat Indeks cukup rentan terhadap aksi profit taking minggu ini sehingga bergerak melemah dan berada di kisaran 3,032 -3,110.

Indeks saham utama di Wall Street minggu lalu di tutup mixed seiring meningkatnya jumlah orang yang untuk pertama kalinya mengajukan klaim pengangguran (Initial Jobless Claims) dan terpuruknya aktifitas manufaktur di wilayah Philadelphia, indikasi bahwa rebound pada pertumbuhan profitabilitas para emiten tidak bisa di pertahankan (unsustainable).

DJIA terjatuh 89.5 poin (-0.87%) ke level 10,213.6 sementara NASDAQ berhasil menguat tipis 6.3 poin (0.29%) ke level 2,179.8 setelah anjlok 5% pada minggu sebelumnya. S&P500 mundur 7.6 poin (-0.70%) ke level 1,071.7. Meskipun minggu lalu turun 2.9%, di banding dengan akhir bulan Juli, nilai VIX masih naik 8.5%, tanda tingkat kecemasan investor yang masih cukup tinggi.  

Minggu ini investor akan menantikan sejumlah data ekonomi yang meliputi angka penjualan rumah, pemesanan barang barang tahan lama, indeks sentimen konsumen dan perhitungan Q2 GDP (tabel 1).


Mengingat pentingnya data data tersebut dalam membuat penilaian terhadap prospek ekonomi, DJIA minggu ini kami prediksi akan bergerak cenderung melemah dan berada di kisaran 10,141 ? 10,371

GOLD:
Harga kontrak berjangka emas untuk bulan Desember 2010 naik 1% dari $1,216.6 per troy ounce menjadi $1,228.8 per troy ounce, sehingga memperpanjang rally menjadi 3 minggu berturt turut.

Data COT CFTC tanggal 17 Agustus menunjukkan bahwa jumlah Open Interest (OI) sebanyak 743,672 kontrak, tertinggi sejak 20 Juli 2010 akibat timbulnya kembali flight to quality karena investor yang merasa pesimis terhadap prospek pemulihan ekonomi AS. Net Long Position dari spekulator (funds) naik 9.14% sedangkan net short dari produser (commercials) bertambah 9.50% (chart 3).

Permintaan fisik atas emas pada bulan Agustus selalu mengalami lonjakan, terutama dari India. Para penjual/toko emas di India selalu menambah persediaan mereka memasuki musim festival di India yang di awali oleh Raksha Bandhan pada 24 Agustus, di susul oleh Dhanteras pada bulan November.

Harga emas minggu ini masih berpotensi menguat dan berada di kisaran $1,214 - $1,237.

CRUDE OIL:
Harga kontrak berjangka minyak mentah untuk bulan Oktober 2010 turun 2.57% dari $75.77/barel menjadi $73.82/barel (chart 4), terendah dalam 6 minggu akibat tingginya kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi AS, negara pemakai minyak mentah terbesar di dunia, akan mengalami perlambatan.

Harga minyak mengabaikan data DOE tanggal 13 Agustus yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS di Cushin, Oklahoma turun 1.82%.
Data COT CFTC tanggal 17 Agusuts menunjukkan bahwa jumlah Open Interest (OI) terpangkas 2.99% dari 2,62 juta kontrak menjadi 2,54 juta kontrak (chart 4).

Net Long Position dari Spekulator besar menyusut 2.37% dari 153,696 kontrak menjadi 150,053 kontrak. Penurunan pada jumlah OI dan Net Long dari spekulator besar merefleksikan adanya aliran dana yang keluar dari pasar minyak.

Untuk minggu ini, kami melihat harga minyak akan bergerak dalam kisaran $72.90-$75.50  per barel.

COAL:
Harga batubara yang di kirim melalui pelabuhan Newcastle, Australia minggu lalu naik dari $86.95/MT menjadi $87.79/MT. Sebaliknya, harga batubara yang di kirim melalui pelabuhan Richard Bay, Afrika Selatan turun dari $87.30/MT menjadi   $86.22/MT.

Pelabuhan Richard Bay mengirimkan 2.1 juta ton batubara ke India pada bulan Juli, hampir dua kali lipat dari volume pengiriman pada bulan Juni yang sebesar 1.2 juta ton. Impor batubara China dari Afrika Selatan juga naik jadi 1 juta ton pada bulan Juli, dari 720,000 ton pada bulan Juni.

TIN:
Harga kontrak berjangka 3 bulan Timah di LME minggu lalu turun 0.72% dari $20,800/MT menjadi $20,650/MT seiring dengan bertambahnya tumpukan persediaan pada gudang gudang yang berada di bawah monitor LME. Selama bulan Agusuts ini, harga kontrak Timah masih tumbuh 5.9% meskipun jumlah Open Interest semakin berkurang (Chart 6).

Backwardation pada Forward Curve Timah melebar dari $570 menjadi $755.
Volume persediaan (Inventory) Timah naik dari 13.9 ton menjadi 14.4 ton sedangkan jumlah rata rata Cancelled Warrants turun dari 7.47% menjadi 3.75% dari total persediaan.

Produksi Timah Indonesia, negara pengekspor Timah terbesar di dunia, tahun ini akan menyusut 20% akibat curah hujan yang besar mengganggu produksi. Berkurangnya supply dari Indnesia untuk jangka menengah akan memberi dorongan ekstra bagi rally harga Timah yang berlangsung sejak Juni 2010.

Minggu ini harga kontrak Timah masih berpotensi untuk terus turun dan berada di kisaran $20,550/MT - $20,825/MT. 

NICKEL:
Harga kontrak berjangka 3 bulan Nickel di LME naik 1.29% dari $21,275/MT menjadi $21,550/MT (chart 8).
Setelah beberapa pekan stabil pada level 117 ton, volume persediaan Nickel minggu lalu akhirnya turun menjadi 116,34 ton.

Jumlah rata rata Cancelled Warrants turun dari 4.05% menjadi 3.72% dari total persediaan Nickel (Chart 9), terendah sejak awal Juni 2010.
Bakwardation pada Forward Curve Nickel minggu lalu melebar dari $714.5 menjadi $977 (Chart 10).

Harga Nickel minggu ini kami prediksi masih berpeluang untuk menguat dan berada di kisaran $21,250/MT-$22,275/MT.

CURRENCIES:
Dollar Index, yang di gunakan untuk memonitor nilai tukar USD terhadap 6 mata uang utama di dunia, minggu lalu naik dari level 82.95 ke level 83.06, tertinggi sejak 14 Juli 2010 (chart 11) akibat merebaknya flight to quality. USD and JPY mengalami apresiasi karena investor mencari perlindungan pada aset safe haven.

Setelah berada di atas level 1.2800 selama 4 hari, nilai tukar EUR terhadap USD kembali melemah ke level 1.2712. Pelemahan EUR juga di dorong oleh komentar pejabat ECB yang menyarankan agar ECB tetap memberikan bantuan likuiditas yang tidak terbatas kepada bank setelah akhir tahun. Ini lebih lama dari yang di harapkan investor.

Nilai tukar JPY terhadap USD menguat dari 86.2 menjadi 85.62. Penguatan JPY yang berlebihan selama ini telah menjadi ancaman, terutama bagi para eksportir. Pertumbuhan GDP yang melambat dan apresiasi JPY yang begitu besar telah meniupkan spekulasi bahwa Pemerintah Jepang akan menyuntikkan dana stimulus untuk merangsang kembali pertumbuhan ekonomi.

Nilai tukar USD terhadap IDR melemah dari 8,978 menjadi  8,973. Di tunjang oleh fundamental ekonomi yang kokoh dan prospek sovereign rating Indonesia di upgrade menjadi investment grade membuat persepsi risiko berinventasi pada aset berdenominasi Rupiah seperti obligasi Pemerintah RI semakin turun, dari 150.11 menjadi 146.53.

Nilai tukar USD/IDR masih akan sulit untuk berada di bawah 8,800 sehingga akan berfluktuasi di kisaran 8,920 - 9,025.


A
A
A

IDX CHART

LOGIN

Username
Password

call center        Yahoo Chat
verisign

QUOTE

WORLD INDEX

  Index %
Gold1,719.90-1.17%
EUR-USD1.3035-0.9295%
Nasdaq2,905.66+1.61%
Dow12,862.20+1.23%
S&P 5001,344.90+1.46%
FTSE 1005,871.65-0.50%
STOXX 502,491.89-0.92%
DAX6,729.01-0.56%
Oil (WTI)96.67-1.20%
U.S. 10-year1.908%-0.016
BAC:US7.84+5.23%
8411:JP120.00+1.69%
Nikkei8,929.20-0.23%
TOPIX769.85
Hang Seng20,709.90
2012-02-06 16:51:02

IDX INDEX

  Index Point
AGRI
2,228.50
33.38
BASIC-IND
420.02
-5.07
CONSUMER
1,335.96
-15.29
INFRASTRUCE
714.44
-3.73
FINANCE
497.57
-6.20
MANUFACTURE
1,021.58
-15.34
MINING
2,753.77
-19.94
MISC-IND
1,371.86
-29.10
PROPERTY
243.63
-3.05
TRADE
638.19
-5.84
DBX
569.45
-4.67
MBX
1,140.00
-12.15
KOMPAS100
897.83
-10.56
LQ45
693.83
-9.30
JII
565.34
-6.08
BISNIS-27
338.35
-5.36
PEFINDO25
452.94
-4.85
SRI-KEHATI
208.54
-2.92
COMPOSITE
3,974.79
-41.16
2012-02-06 16:55:01

TOP 5

  Freq Price %
TRIL6,01884-6.67
STAR5,77768-2.86
AKRA2,9503,450-2.82
KRAS2,9408900.00
TRAM2,5829801.03
2012-01-20 16:55:03
  Price Gain %
ERTX2505025.00
WOMF2905523.40
VOKS1,50017012.78
BAEK1,95020011.43
UNIT3603510.77
2012-01-20 16:55:02
  Price Loss %
PRAS121-13-9.70
TRIL84-6-6.67
HITS235-15-6.00
META235-15-6.00
JRPT2,025-125-5.81
2012-01-20 16:55:02

EXCHANGE RATE

  Jual Beli
 USD 9125.00  8875.00 
 SGD 7331.65  7102.65 
 HKD 1177.60  1143.50 
 CHF 9910.65  9608.65 
 GBP14417.80 13986.80 
 AUD 9788.30  9484.30 
 JPY 119.67  115.17 
 SEK 1366.70  1316.90 
 DKK 1617.90  1556.10 
 CAD 9177.30  8879.30 
 EUR11945.90 11581.90 
 SAR 2442.35  2358.35 
 NZD 7603.40  7342.40 
 CNY 1446.95  1404.95 
2012-02-06 16:02:02

ORI Reli

  Index
ORI 003 100,925
ORI 004 103,000
ORI 005 110,000
ORI 006 103,000
ORI 007 104,350
ORI 008 104,700

Sukuk Ritel

  Index
SR 001 101,063
SR 002 103,875
SR 003 104,350



reliance ksei kpei idx bappepam
2012-02-06 16:45:01 AALI 21,950 450 (2.09 %) | ABBA 120 -3 (-2.44 %) | ABDA 760 0 (0.00 %) | ABMM 3,725 25 (0.68 %) | ACES 4,600 -200 (-4.17 %) | ADES 1,070 0 (0.00 %) | ADHI 710 -10 (-1.39 %) | ADMF 12,600 0 (0.00 %) | ADMG 580 0 (0.00 %) | ADRO 1,940 20 (1.04 %) | AGRO 136 0 (0.00 %) | AHAP 190 0 (0.00 %) | AISA 500 5 (1.01 %) | AKPI 970 -30 (-3.00 %) | AKRA 3,625 0 (0.00 %) | ALDO 495 0 (0.00 %) | ALMI 1,120 -30 (-2.61 %) | AMAG 171 -3 (-1.72 %) | AMAG-W 55 -1 (-1.79 %) | AMFG 7,000 50 (0.72 %) | ANTM 1,930 20 (1.05 %) | APIC 215 -5 (-2.27 %) | APLI 82 -2 (-2.38 %) | APLN 325 -5 (-1.52 %) | APOL 86 -34 (-28.33 %) | ARII 1,460 40 (2.82 %) | ARNA 455 25 (5.81 %) | ARTI 280 -10 (-3.45 %) | ASBI 300 0 (0.00 %) | ASGR 1,020 20 (2.00 %) | ASIA 62 2 (3.33 %) | ASII 77,000 -1,750 (-2.22 %) | ASRI 540 0 (0.00 %) | ATPK 162 -3 (-1.82 %) | AUTO 3,550 -25 (-0.70 %) | BAJA 270 -5 (-1.82 %) | BAPA-W 29 9 (45.00 %) | BAYU 260 -10 (-3.70 %) | BBCA 8,050 0 (0.00 %) | BBKP 650 -20 (-2.99 %) | BBLD 560 20 (3.70 %) | BBNI 3,425 -150 (-4.20 %) | BBRI 7,000 -150 (-2.10 %) | BBTN 1,210 -10 (-0.82 %) | BCAP 1,000 0 (0.00 %) | BDMN 4,800 25 (0.52 %) | BEKS 132 -1 (-0.75 %) | BFIN 5,200 0 (0.00 %) | BHIT 285 10 (3.64 %) | BIPI 235 -5 (-2.08 %) | BIPI-W 86 -3 (-3.37 %) | BIPP 57 1 (1.79 %) | BISI 930 0 (0.00 %) | BJBR 1,100 -30 (-2.65 %) | BKDP 114 2 (1.79 %) | BKSL 235 -10 (-4.08 %) | BMRI 6,400 -150 (-2.29 %) | BMTR 1,220 70 (6.09 %) | BNBA 151 1 (0.67 %) | BNBR 51 1 (2.00 %) | BNGA 1,200 0 (0.00 %) | BNII 460 5 (1.10 %) | BNLI 1,410 0 (0.00 %) | BORN 860 -20 (-2.27 %) | BRAU 425 -5 (-1.16 %) | BRMS 570 -20 (-3.39 %) | BRMS-W 48 -8 (-14.29 %) | BRNA 1,700 10 (0.59 %) | BRPT 760 -10 (-1.30 %) | BSDE 1,100 -30 (-2.65 %) | BSIM 290 -5 (-1.69 %) | BSIM-W 142 0 (0.00 %) | BTEK 1,300 80 (6.56 %) | BTEL 270 -5 (-1.82 %) | BTON 390 0 (0.00 %) | BTPN 3,400 -50 (-1.45 %) | BUDI 245 -5 (-2.00 %) | BULL 80 -1 (-1.23 %) | BULL-W 17 -1 (-5.56 %) | BUMI 2,525 -75 (-2.88 %) | BUVA 395 0 (0.00 %) | BVIC 137 0 (0.00 %) | BVIC-W3 47 1 (2.17 %) | BWPT 1,370 70 (5.38 %) | BYAN 18,000 0 (0.00 %) | CASS 395 5 (1.28 %) | CFIN 470 -5 (-1.05 %) | CFIN-W 100 2 (2.04 %) | CLPI 1,400 -40 (-2.78 %) | CMNP 1,760 -40 (-2.22 %) | CNKO 113 -1 (-0.88 %) | CNTX 7,100 -100 (-1.39 %) | COWL 230 0 (0.00 %) | CPIN 2,600 -75 (-2.80 %) | CSAP 240 5 (2.13 %) | CTRA 620 0 (0.00 %) | CTRP 580 -20 (-3.33 %) | CTRS 860 -10 (-1.15 %) | CTTH 68 0 (0.00 %) | DART 470 -5 (-1.05 %) | DAVO 50 0 (0.00 %) | DEWA 87 -2 (-2.25 %) | DGIK 101 -3 (-2.88 %) | DILD 265 -5 (-1.85 %) | DILD-W 3 0 (0.00 %) | DKFT 1,820 -90 (-4.71 %) | DKFT-W 1,060 -130 (-10.92 %) | DOID 640 -20 (-3.03 %) | DPNS 680 10 (1.49 %) | DSFI 50 0 (0.00 %) | DSSA 10,300 -700 (-6.36 %) | DVLA 1,200 0 (0.00 %) | EKAD 335 0 (0.00 %) | ELSA 250 0 (0.00 %) | ELTY 131 -7 (-5.07 %) | EMDE 150 0 (0.00 %) | EMTK 4,300 200 (4.88 %) | ENRG 188 -9 (-4.57 %) | ENRG-W 48 -4 (-7.69 %) | EPMT 750 0 (0.00 %) | ERAA 1,260 -20 (-1.56 %) | ERTX 450 90 (25.00 %) | ESSA 1,060 -20 (-1.85 %) | ETWA 465 5 (1.09 %) | EXCL 4,575 -100 (-2.14 %) | FASW 3,925 -75 (-1.88 %) | FISH 2,300 -25 (-1.08 %) | FMII 160 -5 (-3.03 %) | FORU 155 -3 (-1.90 %) | FPNI 148 0 (0.00 %) | FREN 50 0 (0.00 %) | FREN-W 16 0 (0.00 %) | GDST 135 0 (0.00 %) | GDYR 12,300 0 (0.00 %) | GEMA 300 0 (0.00 %) | GEMS 2,550 -50 (-1.92 %) | GGRM 57,950 -1,200 (-2.03 %) | GIAA 610 -20 (-3.17 %) | GJTL 2,750 -50 (-1.79 %) | GOLD 395 0 (0.00 %) | GPRA 145 -4 (-2.68 %) | GREN 120 -2 (-1.64 %) | GREN-W 27 0 (0.00 %) | GTBO 570 0 (0.00 %) | GWSA 200 -5 (-2.44 %) | GZCO 280 -5 (-1.75 %) | HADE 50 0 (0.00 %) | HDFA 225 -5 (-2.17 %) | HEXA 9,800 -250 (-2.49 %) | HMSP 46,500 1,500 (3.33 %) | HRUM 7,600 -50 (-0.65 %) | IATA 50 0 (0.00 %) | ICBP 5,200 50 (0.97 %) | ICON 650 0 (0.00 %) | IDKM 2,975 75 (2.59 %) | IGAR 650 -20 (-2.99 %) | IIKP 1,000 0 (0.00 %) | IKAI 140 -8 (-5.41 %) | IMAS 15,500 -500 (-3.13 %) | INAF 210 -10 (-4.55 %) | INAI 660 -10 (-1.49 %) | INCI 210 -5 (-2.33 %) | INCO 4,000 25 (0.63 %) | INDF 4,850 -75 (-1.52 %) | INDR 2,125 50 (2.41 %) | INDS 3,575 -50 (-1.38 %) | INDY 2,350 -100 (-4.08 %) | INKP 1,310 0 (0.00 %) | INPC 113 -2 (-1.74 %) | INTA 780 -10 (-1.27 %) | INTP 16,650 -450 (-2.63 %) | INVS 6,150 200 (3.36 %) | IPOL 135 0 (0.00 %) | IPOL-W 29 0 (0.00 %) | ISAT 5,450 50 (0.93 %) | ITMG 39,350 150 (0.38 %) | JAWA 365 -5 (-1.35 %) | JECC 770 40 (5.48 %) | JIHD 630 30 (5.00 %) | JKON 1,490 -10 (-0.67 %) | JPFA 4,400 75 (1.73 %) | JPRS 520 -20 (-3.70 %) | JSMR 4,425 -50 (-1.12 %) | JTPE 385 0 (0.00 %) | KAEF 450 -5 (-1.10 %) | KARK 50 0 (0.00 %) | KBLI 108 1 (0.93 %) | KBLM 110 -1 (-0.90 %) | KBLV 530 0 (0.00 %) | KBRI 64 -1 (-1.54 %) | KBRI-W2 19 -2 (-9.52 %) | KDSI 240 -5 (-2.04 %) | KIAS 98 -7 (-6.67 %) | KIJA 178 -6 (-3.26 %) | KKGI 6,900 -100 (-1.43 %) | KLBF 3,575 0 (0.00 %) | KPIG 650 0 (0.00 %) | KRAS 850 -20 (-2.30 %) | KREN 770 -10 (-1.28 %) | LAMI 250 25 (11.11 %) | LCGP 114 -1 (-0.87 %) | LMAS 50 0 (0.00 %) | LMPI 250 -20 (-7.41 %) | LPCK 1,880 -60 (-3.09 %) | LPGI 1,590 0 (0.00 %) | LPIN 2,300 150 (6.98 %) | LPKR 720 20 (2.86 %) | LPLI 220 -10 (-4.35 %) | LPPS 123 4 (3.36 %) | LSIP 2,500 50 (2.04 %) | LTLS 890 0 (0.00 %) | MAIN 1,030 -40 (-3.74 %) | MAMI 50 0 (0.00 %) | MAPI 5,800 -200 (-3.33 %) | MASA 495 5 (1.02 %) | MBAI 13,200 700 (5.60 %) | MBSS 1,070 -30 (-2.73 %) | MBTO 420 0 (0.00 %) | MDLN 345 0 (0.00 %) | MDRN 3,175 175 (5.83 %) | MEDC 2,300 25 (1.10 %) | META 280 0 (0.00 %) | META-W 191 -1 (-0.52 %) | MFIN 750 10 (1.35 %) | MFMI 225 0 (0.00 %) | MICE 465 -5 (-1.06 %) | MIDI 425 5 (1.19 %) | MITI 62 -3 (-4.62 %) | MLIA 400 0 (0.00 %) | MLPL 156 0 (0.00 %) | MLPL-W 41 2 (5.13 %) | MNCN 1,610 60 (3.87 %) | MPPA 930 0 (0.00 %) | MRAT 560 10 (1.82 %) | MTDL 121 2 (1.68 %) | MTFN 315 10 (3.28 %) | MTLA 230 -5 (-2.13 %) | MYOH 1,920 10 (0.52 %) | MYOR 14,750 50 (0.34 %) | MYRX 280 -5 (-1.75 %) | MYRXP 61 -2 (-3.17 %) | MYTX 270 0 (0.00 %) | NIKL 275 -5 (-1.79 %) | NISP 1,200 40 (3.45 %) | OKAS 275 5 (1.85 %) | PADI 580 -10 (-1.69 %) | PADI-W 200 0 (0.00 %) | PANR 166 1 (0.61 %) | PANS 1,370 -30 (-2.14 %) | PBRX 500 -20 (-3.85 %) | PBRX-W 101 9 (9.78 %) | PGAS 3,400 75 (2.26 %) | PGLI 104 2 (1.96 %) | PICO 210 0 (0.00 %) | PKPK 173 -3 (-1.70 %) | PLAS 1,370 0 (0.00 %) | PNBN 890 0 (0.00 %) | PNIN 470 -5 (-1.05 %) | PNLF 152 -5 (-3.18 %) | PNLF-W 40 0 (0.00 %) | POLY 440 -15 (-3.30 %) | PRAS 123 3 (2.50 %) | PSAB 3,900 125 (3.31 %) | PTBA 20,300 -200 (-0.98 %) | PTIS 960 20 (2.13 %) | PTPP 570 -20 (-3.39 %) | PTRO 36,100 -8,900 (-19.78 %) | PTSN 90 -1 (-1.10 %) | PTSP 670 10 (1.52 %) | PUDP 485 5 (1.04 %) | PWON 820 -30 (-3.53 %) | PYFA 199 0 (0.00 %) | R-LQ45X 700 -6 (-0.85 %) | RAJA 590 -20 (-3.28 %) | RALS 800 -20 (-2.44 %) | RBMS 95 -4 (-4.04 %) | RICY 196 -9 (-4.39 %) | RIGS 405 -40 (-8.99 %) | RIMO 50 0 (0.00 %) | RMBA 890 -20 (-2.20 %) | RODA 195 -5 (-2.50 %) | ROTI 3,525 -50 (-1.40 %) | RUIS 270 -5 (-1.82 %) | SAFE 80 -7 (-8.05 %) | SCMA 9,000 -50 (-0.55 %) | SDMU 300 0 (0.00 %) | SDPC 68 -1 (-1.45 %) | SDRA 345 -20 (-5.48 %) | SGRO 3,325 75 (2.31 %) | SIMP 1,370 30 (2.24 %) | SIPD 56 -1 (-1.75 %) | SMAR 5,400 -50 (-0.92 %) | SMCB 2,275 -25 (-1.09 %) | SMDM 188 0 (0.00 %) | SMDR 4,325 -350 (-7.49 %) | SMGR 11,400 50 (0.44 %) | SMMA 4,075 -25 (-0.61 %) | SMRA 1,190 0 (0.00 %) | SMRU 610 -10 (-1.61 %) | SMSM 1,740 10 (0.58 %) | SOBI 2,150 100 (4.88 %) | SPMA 255 -5 (-1.92 %) | SRAJ 420 -15 (-3.45 %) | SRSN 59 -1 (-1.67 %) | SSIA 870 -30 (-3.33 %) | SSTM 194 -16 (-7.62 %) | STAR 64 -1 (-1.54 %) | STAR-W 16 0 (0.00 %) | SULI 134 -2 (-1.47 %) | SUPR 4,225 0 (0.00 %) | TBIG 2,475 25 (1.02 %) | TBLA 590 0 (0.00 %) | TCID 8,100 50 (0.62 %) | TELE 330 0 (0.00 %) | TELE-W 64 0 (0.00 %) | TIFA 215 5 (2.38 %) | TINS 1,910 10 (0.53 %) | TIRT 68 1 (1.49 %) | TKIM 2,125 0 (0.00 %) | TLKM 6,800 -100 (-1.45 %) | TMAS 192 -3 (-1.54 %) | TMPI 141 13 (10.16 %) | TMPO 141 -14 (-9.03 %) | TOTL 420 -5 (-1.18 %) | TOWR 11,600 -300 (-2.52 %) | TPIA 2,350 0 (0.00 %) | TRAM 980 0 (0.00 %) | TRIL 144 -2 (-1.37 %) | TRIM 97 -8 (-7.62 %) | TRST 430 -5 (-1.15 %) | TRUB 50 0 (0.00 %) | TSPC 2,600 50 (1.96 %) | TURI 690 -10 (-1.43 %) | ULTJ 1,130 0 (0.00 %) | UNIT 380 50 (15.15 %) | UNSP 285 -5 (-1.72 %) | UNSP-W2 95 -10 (-9.52 %) | UNTR 28,000 -1,250 (-4.27 %) | UNVR 19,600 -300 (-1.51 %) | VIVA 520 -20 (-3.70 %) | VIVA-W 174 -1 (-0.57 %) | VOKS 1,130 -20 (-1.74 %) | VRNA 139 2 (1.46 %) | WEHA 169 0 (0.00 %) | WEHA-W 14 -4 (-22.22 %) | WICO 69 3 (4.55 %) | WIKA 690 -20 (-2.82 %) | WINS 335 0 (0.00 %) | WINS-W 40 0 (0.00 %) | WOMF 275 -20 (-6.78 %) | YPAS 680 -10 (-1.45 %) | YULE 131 1 (0.77 %) | ZBRA 50 0 (0.00 %) |