Market Review & Forecast
EQUITY MARKET:
Risk appettite bangkit kembali pada bulan Juli tercermin dari melemahnya harga aset safe haven seperti emas dan USD dan naiknya harga aset yang berisiko tinggi seperti saham dan komoditas.
Selama bulan Juli, indeks saham dunia yang di ukur melalui MSCI World naik 83.5 poin (8.0%) ke level 1,124.8. Sementara itu, indeks MSCI Emerging Market menguat 73.4 poin (8.0%) ke level 991.4 dan indeks MSCI Asia Pasifik bertambah 6.31 poin (5.59%) ke level 119.1.
FTSE100 minggu lalu turun 54.6 poin (-1.03%) ke level 5,258. Sebaliknya, CAC40 tumbuh 36 poin (1.0%) ke level 3,643.2. Secara bulanan, FTSE100 dan CAC40 membukukan kenaikan masing masing 6.9% dan 5.8%. Minggu ini FTSE cenderung bergerak melemah dan berada dalam trading range 5,197 -5,312.
GOLD:
Harga kontrak berjangka emas untuk bulan Desember 2010 turun 0.65% dari $1,191.6 per troy ounce menjadi $1,183.9 per troy ounce seiring reboundnya nilai tukar EUR terhadap USD (chart 2) dan pudarnya gejala risk aversion. Selama bulan Juli, harga emas anjlok 4.98%.
Data COT CFTC tanggal 27 Juli menunjukkan bahwa jumlah Open Interest (OI) turun 6.45% dari 777,591 kontrak menjadi 727,447 kontrak. Jumlah OI sejak akhir Juni 2010 sudah turun 11.9%. Pada saat yang sama indeks saham di Wall Street mencatatkan kenaikan terbesar tahun ini, sekitar 7%.
Net Long Position dari spekulator sudah mulai naik dari 198,814 kontrak menjadi 202,730 kontrak, setelah pada minggu sebelumnya mencapai level terendah sejak Maret 2010 (chart 3).
Harga emas minggu ini menurut kami akan kembali menguat seiring meningkatnya permintaan atas safe haven karena masih rentannnya proses pemulihan ekonomi. Harga emas akan berada pada kisaran $1,182 - $1,212 per troy ounce.
CRUDE OIL:
Harga kontrak berjangka minyak mentah untuk bulan September 2010 turun tipis dari $78.98/barel menjadi $78.95/barel. Selama bulan Juli, harga kontrak berjangka minyak bertambah 4.4%, terbesar sejak kenaikan pada bulan Maret dan melanjutkan kenaikan 2.2% pada bulan Juni 2010.
Data COT CFTC tanggal 27 Juli menunjukkan bahwa jumlah Open Interest (OI) naik 2.2% dari 2,48 juta kontrak menjadi 2,54 juta kontrak (chart4). Net Long Position dari Spekulator besar melonjak 10% dari 114,423 kontrak menjadi 125,865 kontrak. Kenaikan pada jumlah OI dan Net Long dari spekulator besar merefleksikan adanya aliran dana yang masuk ke pasar minyak seiring membaiknya risk appettite.
Volume persediaan minyak mentah jenis Light Sweet di Cushing, Oklahoma pada tanggal 23 Juli terlihat mulai kembali menumpuk dan mencapai 37.2 juta barel, naik dari 37 juta barel (chart 5) sehingga spread (selisih harga) antar kontrak berjangka Light Sweet dan Brent untuk bulan September minggu lalu menyempit dari $1.5 menjadi $0.74. Harga minyak minggu ini kami perkirakan akan bergerak cenderung turun dan berada di kisaran $77.60-$79.15 per barel.
COAL:
Harga batubara yang di kirim melalui pelabuhan Newcastle, Australia minggu lalu turun dari $95/MT menjadi $94.15/MT dan membuat harga rata rata bulan Juli menjadi $96.18/MT, lebih rendah dari harga rata rata Juni 2010 yang sebesar $98.79/MT. Harga batubara yang di kirim lewat pelabuhan Richard Bay, Afrika Selatan turun dari $90.52/MT ke level $89.60/MT. Selama bulan Juli, harga rata rata batubara yang di kirim lewat pelabuhan Richard Bay turun menjadi $90.44/MT dari $92.45/MT pada bulan sebelumnya.
TIN:
Harga kontrak berjangka 3 bulan Timah di LME minggu lalu naik tipis 0.05% dari $19,495/MT menjadi $19,505/MT meskipun jumlah Open Interest berkurang cukup tajam (chart 6) dan persediaan di gudang gudang LME semakin menipis (chart7). Selama bulan Juli, harga Timah sudaj melonjak 11.94%.
Volume persediaan (Inventory) Timah turun dari 15,620 ton menjadi 15,000 ton sedangkan jumlah rata rata Cancelled Warrants berkurang dari 6.95% menjadi 6.38% dari total persediaan. Minggu ini harga kontrak Timah berpotensi turun dan berada di kisaran $19,280/MT - $19,490/MT.
NICKEL:
Harga kontrak berjangka 3 bulan Nickel di LME minggu lalu naik 3.91% dari $20,355/MT menjadi $21,150/MT (chart 8) akibat meningkatnya permintaan stainless steel, terus berkurangnya persediaan dan supply yang terganggu akibat pemogokan di tambang milik Vale di Kanada yang produksinya lebih dari 12% Nickel dunia.
Volume persediaan Nickel naik 0.6% dari 116,814 ton menjadi 117,498 ton. Jumlah rata rata Cancelled Warrants turun dari 4.24% menjadi 4.07% dari total persediaan Nickel (Chart 9). Selama bulan Juli rata rata Cancelled Warrants sebesar 4.31%.
Berakhirnya mogok kerja di tambang milik Vale di Kanada bulan Juli lalu dan semakin populernya penggunaan pig iron akan menjadi faktor yang membatasi trend kenaikan harga Nickel di masa yang akan datang.
Harga Nickel minggu ini kami prediksi masih berpeluang untuk meneruskan kenaikan dan berada di kisaran $20,575/MT-$21,300/MT.
CURRENCIES:
Dollar Index, yang di gunakan untuk memonitor nilai tukar USD terhadap 6 mata uang utama di dunia, minggu lalu turun dari level 82.46 ke level 81.54, terendah sejak 26 April 2010 (chart 11) seiring melambatnya pertumbuhan Q2 2010 ekonomi AS dan antisipasi tingkat pengangguran AS yang akan di rilis minggu ini. Pertumbuhan ekonomi yang lambat dan tingkat pengangguran yang tinggi membuat prospek The Fed mempertahankan suku bunga acuan yang super rendah semakin besar.
Nilai tukar USD terhadap JPY berada di level 86.47 untuk pertama kalinya tahun ini, tanda bahwa investor menilai proses pemulihan ekonomi sudah kehilangan momentum sehingga melarikan dananya ke JPY, salah satu safe haven yang dianggap paling aman.
Nilai tukar EUR terhadap USD kembali menguat dan berada di level 1.3052 seiring pudarnya kekhawatiran bahwa krisis sovereign debt di Eropa akan memburuk. EUR mencatatkan kenaikan bulanan pertama sejak bulan November ketika EUR menguat 1.9%. Apresiasi EUR terhadap USD juga di dukung oleh data perekonomian yang secara mengejutkan memperlihatkan perbaikan.
Nilai tukar USD terhadap IDR terus melemah dari 9,040 menjadi 8.949 seiring dengan masih derasnya aliran dana asing yang masuk ke Indonesia. Mengingat yield yang relatif lebih tinggi dari yang di tawarkan negara berkembang lain, kepemilakn asing atas SUN masih tercatat naik hingga mencapai Rp.172.22 triliun pada tanggal 30 Juli 2010, naik dari Rp.169.58 triliun pada minggu sebelumnya. Minggu ini apresiasi IDR terhadap USD akan di batasi oleh intervensi BI yang tidak menginginkan penguatan IDR yang terlalu cepat. USD akan di perdagangkan pada kisaran 9,070-8,975.