Search News

OVER THE HORIZON (July 19 - July 23, 2010)

Jumat, 06 Agustus 2010 | 10:39

Market Review & Forecast

EQUITY MARKET:

Minggu lalu, pasar saham di dunia melemah di picu oleh kecemasan atas proses perbaikan ekonomi AS yang sudah mulai kehilangan momentum dan ketidakpastian dari lolosnya UU Reformasi Sektor Keuangan di Senat AS.

Indeks MSCI World turun 42.9 poin (-0.15%) ke level 1,089.9, indeks MSCI Emerging Market turun 2.93 poin (-0.31%) ke level 948.9 dan indeks MSCI Asia Pasifik tidak berubah atau masih di level 116.

FTSE100 bertambah 25.9 poin (-0.50%) dari 5,132.9 menjadi 5,158.8 terutama setelah BP berhasil untuk sementara menghentikan tumpahan minyak. Sebaliknya CAC40 turun 1.53% ke level 3,500 dari 3,554.5. Minggu ini FTSE cenderung bergerak melemah dan berada dalam trading range 5,065 -5,203.

Nikkei225 tergelincir 176.9 poin (-1.85%) ke level 9,408 dari 9,585.3 seiring dengan menguatnya nilai tukar JPY. Minggu ini Nikkei225 masih berpotensi melemah karena JPY yang masih berpotensi menguat dan berada di kisaran 9,290 – 9,630.

IHSG minggu lalu di tutup pada level 2,992 yang merupakan rekor tertinggi baru. Indeks saham Blue Chips LQ45 naik 11.14 poin (1.95%) dari 569.9 menjadi 581.

Kenaikan indeks di motori oleh kenaikan harga saham saham pada sektor Aneka Industri (4.86%) di susul oleh sektor Infrastruktur (3.31%) dan Keuangan (2.95%). Kondisi global yang sedang suram bisa menjadi faktor penghalang bagi IHSG untuk menembus level psikologis 3,000. IHSG kami perkirakan akan bergerak turun dan berada di kisaran 2,929 -2,980.

Indeks saham utama di Wall Street minggu lalu berguguran di picu oleh melemahnya sejumlah indikator ekonomi seperti indeks sentimen konsumen, Industrial Production dan penjualan ritel (retail sales).

Hampir berada di bawah level psikologis 10,000, DJIA terjatuh 100 poin (-1.0%) pada level 10,097.9 sementara NASDAQ mundur teratur 17.4 poin (-0.8%) ke level 2,179. S&P500 di tutup berkurang 13.08 poin (-1.2%) ke level 1,064.9 dari 1,078. Nilai indeks volatilitas VIX yang di gunakan untuk mengukur rasa takut (fear) investor, melonjak ke level 26.25 dari 24.98 pada minggu sebelumnya. 

Minggu ini investor masih akan di banjiri oleh laporan keuangan emiten. Dari sisi ekonomi, indikator pasar perumahan akan mendominasi data yang di rilis minggu ini (tabel 1). Pasar perumahan AS di perkirakan mengalami kemunduran pada bulan Juni karena ekspansi pasar yang di wakili oleh Housing Starts dan Building Permits di yakini berkurang.

Selain itu, pembelian rumah yang sudah terlebih dahulu berdiri (Existing Home Sale) di duga akan turun semakin dalam setelah berakhirnya program insentif Tax Credit tanggal 30 Juni yang lalu. DJIA minggu ini kami prediksi masih akan melanjutkan pelemahan dan menguji garis support 10,000 dan berada di kisaran 10,005 – 10,145.


GOLD:
Harga kontrak berjangka emas untuk bulan Agustus 2010 turun 1.79% dari $1,209.8 per troy ounce menjadi $1,188.2 per troy ounce seiring reboundnya nilai tukar EUR terhadap USD. Selama ini kenaikan harga emas di topang oleh kecemasan atas kondisi ekonomi global dan ketakutan meluasnya krisis hutang di Eropa.

Data COT CFTC menunjukkan bahwa jumlah Open Interest (OI) turun dari 787,211 kontrak menjadi 777,861 kontrak. Jumlah OI mulai turun sejak minggu yang berakhir tanggal 18 Juni 2010 yang kebetulan merupakan hari dimana harga emas mencatatkan rekor tertingginya, $1,258.3 per troy ounce. Namun Net Long Position dari spekulator tidak berubah banyak, bahkan cenderung naik dari 231,381 kontrak menjadi 231,972 kontrak.

Semua ini berarti bahwa walaupun ada aliran dana keluar dari pasar emas, namun investor yang menjual emas tidak memiliki banyak pilihan, instrumen keuangan atau pasar lain, untuk menempatkan dananya. Sehingga mereka masih akan memgang sejumlah besar kontrak emas untuk beberapa waktu ke depan. Harga emas minggu ini menurut perhitungan kami akan berada pada kisaran $1,182 - $1,212 per troy ounce.


CRUDE OIL:
Harga kontrak berjangka minyak mentah untuk bulan Agustus 2010 relaitif tidak berubah pada level $76/barel seiring dengan melemahnya beberapa indikator ekonomi yang meredupkan proyeksi permintaan atas minyak mentah dunia. Selain itu pelemahan nilai tukar USD terhadap sejumlah mata uang utama di dunia juga memberi support pada harga minyak sehingga tidak terjun bebas di bawah $72 per barel.

Data COT CFTC tanggal 13 Juli menunjukkan bahwa jumlah Open Interest (OI) turun tipis dari 2,64 juta kontrak menjadi 2,62 juta kontrak. Net Long Position dari Spekulator besar bertambah dari 89,977 kontrak menjadi 112,398 kontrak. Volume persediaan minyak mentah jenis Light Sweet di Cushing, Oklahoma pada tanggal 9 Juli terlihat mulai kembali menumpuk dan mencapai 36.1 juta barel, naik dari 35.8 juta barel.

Spread (selisih harga) antar kontrak berjangka Light Sweet dan Brent untuk bulan September melebar dari 85 sen menjadi 98 sen karena adanya potensi badai di laut Karibia yang dapat mengganggu operasi sejumlah kilang pengeboran minyak. Harga minyak minggu ini kami perkirakan akan berada di kisaran $74.50-$77.25 per barel.


COAL:
Harga batubara yang di kirim melalui pelabuhan Newcastle, Australia minggu lalu turun dari $97.06/MT menjadi $96.34/MT. Harga batubara yang di kirim lewat pelabuhan Richard Bay, Afrika Selatan relatif tidak berubah, masih di level $90,2/MT meskipun adanya aksi mogok kerja oleh buruh pelabuhan. Harga batubara yang di kirim lewat pelabuhan Newcastle minggu ini, menurut pandangan kami akan berada di kisaran $95-$98 per MT.

Sementara itu, Baltic Dry Index (BDI) yang di gunakan untuk memonitor permintaan terhadap bahan komoditas yang di kirim melalui jalur laut seperti batubara, minyak, gas dan baja minggu lalu anjlok 9.6% dari 1,902 menjadi 1,720. 


TIN:
Harga kontrak berjangka 3 bulan Timah di LME minggun lalu naik tipis 0.57% dari $17,650/MT menjadi $17,750/MT seiring dengan meningkatnya jumlah Open Interest (chart 6) dan berkurangnya persediaan Timah pada sejumlah gudang yang berada di bawah monitor LME.

Meskipun volume persediaan (Inventory) Timah turun dari 16,475 ton menjadi 16,035 ton, jumlah rata rata Cancelled Warrants berkurang dari 8.56% menjadi 6.83% dari total persediaan. Minggu ini harga kontrak Timah masih berpeluang untuk naik dan berada di kisaran $17,550/MT - $18,100/MT.


NICKEL:
Harga kontrak berjangka 3 bulan Nickel di LME minggu lalu anjlok 2.82% dari $19,500/MT menjadi $18,950/MT akibat aksi profit taking setelah pada minggu sebelumnya harga kontrak berjangka 3 bulan Nickel melompat 3.72%.

Meskipun volume persediaan Nickel turun 1.32% dari 120,660 ton menjadi 119,070 ton, permintaan fisik terhadap Nickel tidak meningkat bahkan cenderung melemah.

Ini bisa dilihat dari jumlah rata rata Cancelled Warrants yang stabil pada 4.3% dari total persediaan Nickel. Persentase ini sedikit di bawah rata rata Cancelled warrants selama bulan Juli.

Lemahnya permintaan juga bisa di lihat dari selisih antara harga spot (cash) dengan harga kontrak dengan jangka waktu terpanjang (27 bulan) yang sedikit lebih lebar dari minggu sebelumnya.


CURRENCIES:
Dollar Index, yang di gunakan untuk memonitor nilai tukar USD terhadap 6 mata uang utama di dunia, minggu lalu turun dari level 83.95 ke level 82.49, terendah sejak 3 mei 2010 (chart 11) seiring mulai pudarnya momentum perbaikan ekonomi AS dan prospek The Fed mempertahankan suku bunga acuan yang super rendah untuk waktu yang lebih lama.

Nilai tukar USD terhadap JPY melemah ke level terendah untuk tahun ini dari 88.62 menjadi 86.57. JPY menjadi satu satunya pelarian bagi investor yang khawatir ekonomi AS mengalami double dip recession dan investor yang berusaha menghindari krisis hutang eropa. Pelarian ke JPY terefleksikan pada yield spread antara UST 2y dan JGB 2y yang menyempit menjadi 46 bps dari 48 bps.

Nilai tukar EUR terhadap USD menguat dari 1.2641 menjadi 1.2930. Sejumlah pihak berpendapat bahwa penguatan nilai tukar EUR terhadap USD terlalu cepat dan berlebihan sehingga akan sulit menembus level psikologis 1.31 dan rawan koreksi.

Nilai tukar USD terhadap IDR sedikit melemah dari 9,048 menjadi 9,042 seiring dengan masih derasnya aliran dana asing yang masuk ke Indonesia. Mengingat yield yang relatif lebih tinggi dari yang di tawarkan negara berkembang lain, kepemilakn asing atas SUN masih tercatat naik hingga tanggal 16 Juli 2010, dari Rp.166.93 triliun menjadi Rp.168.23 triliun. Minggu ini USD akan di perdagangkan pada kisaran 9,030-9,075.


Analyst : Jasa Adhi Mulya  



A
A
A

IDX CHART

LOGIN

Username
Password

call center        Yahoo Chat
verisign

QUOTE

WORLD INDEX

  Index %
Gold1,719.90-1.17%
EUR-USD1.3035-0.9295%
Nasdaq2,905.66+1.61%
Dow12,862.20+1.23%
S&P 5001,344.90+1.46%
FTSE 1005,871.65-0.50%
STOXX 502,491.89-0.92%
DAX6,729.01-0.56%
Oil (WTI)96.67-1.20%
U.S. 10-year1.908%-0.016
BAC:US7.84+5.23%
8411:JP120.00+1.69%
Nikkei8,929.20-0.23%
TOPIX769.85
Hang Seng20,709.90
2012-02-06 16:51:02

IDX INDEX

  Index Point
AGRI
2,228.50
33.38
BASIC-IND
420.02
-5.07
CONSUMER
1,335.96
-15.29
INFRASTRUCE
714.44
-3.73
FINANCE
497.57
-6.20
MANUFACTURE
1,021.58
-15.34
MINING
2,753.77
-19.94
MISC-IND
1,371.86
-29.10
PROPERTY
243.63
-3.05
TRADE
638.19
-5.84
DBX
569.45
-4.67
MBX
1,140.00
-12.15
KOMPAS100
897.83
-10.56
LQ45
693.83
-9.30
JII
565.34
-6.08
BISNIS-27
338.35
-5.36
PEFINDO25
452.94
-4.85
SRI-KEHATI
208.54
-2.92
COMPOSITE
3,974.79
-41.16
2012-02-06 16:55:01

TOP 5

  Freq Price %
TRIL6,01884-6.67
STAR5,77768-2.86
AKRA2,9503,450-2.82
KRAS2,9408900.00
TRAM2,5829801.03
2012-01-20 16:55:03
  Price Gain %
ERTX2505025.00
WOMF2905523.40
VOKS1,50017012.78
BAEK1,95020011.43
UNIT3603510.77
2012-01-20 16:55:02
  Price Loss %
PRAS121-13-9.70
TRIL84-6-6.67
HITS235-15-6.00
META235-15-6.00
JRPT2,025-125-5.81
2012-01-20 16:55:02

EXCHANGE RATE

  Jual Beli
 USD 9125.00  8875.00 
 SGD 7331.65  7102.65 
 HKD 1177.60  1143.50 
 CHF 9910.65  9608.65 
 GBP14417.80 13986.80 
 AUD 9788.30  9484.30 
 JPY 119.67  115.17 
 SEK 1366.70  1316.90 
 DKK 1617.90  1556.10 
 CAD 9177.30  8879.30 
 EUR11945.90 11581.90 
 SAR 2442.35  2358.35 
 NZD 7603.40  7342.40 
 CNY 1446.95  1404.95 
2012-02-06 16:02:02

ORI Reli

  Index
ORI 003 100,925
ORI 004 103,000
ORI 005 110,000
ORI 006 103,000
ORI 007 104,350
ORI 008 104,700

Sukuk Ritel

  Index
SR 001 101,063
SR 002 103,875
SR 003 104,350



reliance ksei kpei idx bappepam
2012-02-06 16:45:01 AALI 21,950 450 (2.09 %) | ABBA 120 -3 (-2.44 %) | ABDA 760 0 (0.00 %) | ABMM 3,725 25 (0.68 %) | ACES 4,600 -200 (-4.17 %) | ADES 1,070 0 (0.00 %) | ADHI 710 -10 (-1.39 %) | ADMF 12,600 0 (0.00 %) | ADMG 580 0 (0.00 %) | ADRO 1,940 20 (1.04 %) | AGRO 136 0 (0.00 %) | AHAP 190 0 (0.00 %) | AISA 500 5 (1.01 %) | AKPI 970 -30 (-3.00 %) | AKRA 3,625 0 (0.00 %) | ALDO 495 0 (0.00 %) | ALMI 1,120 -30 (-2.61 %) | AMAG 171 -3 (-1.72 %) | AMAG-W 55 -1 (-1.79 %) | AMFG 7,000 50 (0.72 %) | ANTM 1,930 20 (1.05 %) | APIC 215 -5 (-2.27 %) | APLI 82 -2 (-2.38 %) | APLN 325 -5 (-1.52 %) | APOL 86 -34 (-28.33 %) | ARII 1,460 40 (2.82 %) | ARNA 455 25 (5.81 %) | ARTI 280 -10 (-3.45 %) | ASBI 300 0 (0.00 %) | ASGR 1,020 20 (2.00 %) | ASIA 62 2 (3.33 %) | ASII 77,000 -1,750 (-2.22 %) | ASRI 540 0 (0.00 %) | ATPK 162 -3 (-1.82 %) | AUTO 3,550 -25 (-0.70 %) | BAJA 270 -5 (-1.82 %) | BAPA-W 29 9 (45.00 %) | BAYU 260 -10 (-3.70 %) | BBCA 8,050 0 (0.00 %) | BBKP 650 -20 (-2.99 %) | BBLD 560 20 (3.70 %) | BBNI 3,425 -150 (-4.20 %) | BBRI 7,000 -150 (-2.10 %) | BBTN 1,210 -10 (-0.82 %) | BCAP 1,000 0 (0.00 %) | BDMN 4,800 25 (0.52 %) | BEKS 132 -1 (-0.75 %) | BFIN 5,200 0 (0.00 %) | BHIT 285 10 (3.64 %) | BIPI 235 -5 (-2.08 %) | BIPI-W 86 -3 (-3.37 %) | BIPP 57 1 (1.79 %) | BISI 930 0 (0.00 %) | BJBR 1,100 -30 (-2.65 %) | BKDP 114 2 (1.79 %) | BKSL 235 -10 (-4.08 %) | BMRI 6,400 -150 (-2.29 %) | BMTR 1,220 70 (6.09 %) | BNBA 151 1 (0.67 %) | BNBR 51 1 (2.00 %) | BNGA 1,200 0 (0.00 %) | BNII 460 5 (1.10 %) | BNLI 1,410 0 (0.00 %) | BORN 860 -20 (-2.27 %) | BRAU 425 -5 (-1.16 %) | BRMS 570 -20 (-3.39 %) | BRMS-W 48 -8 (-14.29 %) | BRNA 1,700 10 (0.59 %) | BRPT 760 -10 (-1.30 %) | BSDE 1,100 -30 (-2.65 %) | BSIM 290 -5 (-1.69 %) | BSIM-W 142 0 (0.00 %) | BTEK 1,300 80 (6.56 %) | BTEL 270 -5 (-1.82 %) | BTON 390 0 (0.00 %) | BTPN 3,400 -50 (-1.45 %) | BUDI 245 -5 (-2.00 %) | BULL 80 -1 (-1.23 %) | BULL-W 17 -1 (-5.56 %) | BUMI 2,525 -75 (-2.88 %) | BUVA 395 0 (0.00 %) | BVIC 137 0 (0.00 %) | BVIC-W3 47 1 (2.17 %) | BWPT 1,370 70 (5.38 %) | BYAN 18,000 0 (0.00 %) | CASS 395 5 (1.28 %) | CFIN 470 -5 (-1.05 %) | CFIN-W 100 2 (2.04 %) | CLPI 1,400 -40 (-2.78 %) | CMNP 1,760 -40 (-2.22 %) | CNKO 113 -1 (-0.88 %) | CNTX 7,100 -100 (-1.39 %) | COWL 230 0 (0.00 %) | CPIN 2,600 -75 (-2.80 %) | CSAP 240 5 (2.13 %) | CTRA 620 0 (0.00 %) | CTRP 580 -20 (-3.33 %) | CTRS 860 -10 (-1.15 %) | CTTH 68 0 (0.00 %) | DART 470 -5 (-1.05 %) | DAVO 50 0 (0.00 %) | DEWA 87 -2 (-2.25 %) | DGIK 101 -3 (-2.88 %) | DILD 265 -5 (-1.85 %) | DILD-W 3 0 (0.00 %) | DKFT 1,820 -90 (-4.71 %) | DKFT-W 1,060 -130 (-10.92 %) | DOID 640 -20 (-3.03 %) | DPNS 680 10 (1.49 %) | DSFI 50 0 (0.00 %) | DSSA 10,300 -700 (-6.36 %) | DVLA 1,200 0 (0.00 %) | EKAD 335 0 (0.00 %) | ELSA 250 0 (0.00 %) | ELTY 131 -7 (-5.07 %) | EMDE 150 0 (0.00 %) | EMTK 4,300 200 (4.88 %) | ENRG 188 -9 (-4.57 %) | ENRG-W 48 -4 (-7.69 %) | EPMT 750 0 (0.00 %) | ERAA 1,260 -20 (-1.56 %) | ERTX 450 90 (25.00 %) | ESSA 1,060 -20 (-1.85 %) | ETWA 465 5 (1.09 %) | EXCL 4,575 -100 (-2.14 %) | FASW 3,925 -75 (-1.88 %) | FISH 2,300 -25 (-1.08 %) | FMII 160 -5 (-3.03 %) | FORU 155 -3 (-1.90 %) | FPNI 148 0 (0.00 %) | FREN 50 0 (0.00 %) | FREN-W 16 0 (0.00 %) | GDST 135 0 (0.00 %) | GDYR 12,300 0 (0.00 %) | GEMA 300 0 (0.00 %) | GEMS 2,550 -50 (-1.92 %) | GGRM 57,950 -1,200 (-2.03 %) | GIAA 610 -20 (-3.17 %) | GJTL 2,750 -50 (-1.79 %) | GOLD 395 0 (0.00 %) | GPRA 145 -4 (-2.68 %) | GREN 120 -2 (-1.64 %) | GREN-W 27 0 (0.00 %) | GTBO 570 0 (0.00 %) | GWSA 200 -5 (-2.44 %) | GZCO 280 -5 (-1.75 %) | HADE 50 0 (0.00 %) | HDFA 225 -5 (-2.17 %) | HEXA 9,800 -250 (-2.49 %) | HMSP 46,500 1,500 (3.33 %) | HRUM 7,600 -50 (-0.65 %) | IATA 50 0 (0.00 %) | ICBP 5,200 50 (0.97 %) | ICON 650 0 (0.00 %) | IDKM 2,975 75 (2.59 %) | IGAR 650 -20 (-2.99 %) | IIKP 1,000 0 (0.00 %) | IKAI 140 -8 (-5.41 %) | IMAS 15,500 -500 (-3.13 %) | INAF 210 -10 (-4.55 %) | INAI 660 -10 (-1.49 %) | INCI 210 -5 (-2.33 %) | INCO 4,000 25 (0.63 %) | INDF 4,850 -75 (-1.52 %) | INDR 2,125 50 (2.41 %) | INDS 3,575 -50 (-1.38 %) | INDY 2,350 -100 (-4.08 %) | INKP 1,310 0 (0.00 %) | INPC 113 -2 (-1.74 %) | INTA 780 -10 (-1.27 %) | INTP 16,650 -450 (-2.63 %) | INVS 6,150 200 (3.36 %) | IPOL 135 0 (0.00 %) | IPOL-W 29 0 (0.00 %) | ISAT 5,450 50 (0.93 %) | ITMG 39,350 150 (0.38 %) | JAWA 365 -5 (-1.35 %) | JECC 770 40 (5.48 %) | JIHD 630 30 (5.00 %) | JKON 1,490 -10 (-0.67 %) | JPFA 4,400 75 (1.73 %) | JPRS 520 -20 (-3.70 %) | JSMR 4,425 -50 (-1.12 %) | JTPE 385 0 (0.00 %) | KAEF 450 -5 (-1.10 %) | KARK 50 0 (0.00 %) | KBLI 108 1 (0.93 %) | KBLM 110 -1 (-0.90 %) | KBLV 530 0 (0.00 %) | KBRI 64 -1 (-1.54 %) | KBRI-W2 19 -2 (-9.52 %) | KDSI 240 -5 (-2.04 %) | KIAS 98 -7 (-6.67 %) | KIJA 178 -6 (-3.26 %) | KKGI 6,900 -100 (-1.43 %) | KLBF 3,575 0 (0.00 %) | KPIG 650 0 (0.00 %) | KRAS 850 -20 (-2.30 %) | KREN 770 -10 (-1.28 %) | LAMI 250 25 (11.11 %) | LCGP 114 -1 (-0.87 %) | LMAS 50 0 (0.00 %) | LMPI 250 -20 (-7.41 %) | LPCK 1,880 -60 (-3.09 %) | LPGI 1,590 0 (0.00 %) | LPIN 2,300 150 (6.98 %) | LPKR 720 20 (2.86 %) | LPLI 220 -10 (-4.35 %) | LPPS 123 4 (3.36 %) | LSIP 2,500 50 (2.04 %) | LTLS 890 0 (0.00 %) | MAIN 1,030 -40 (-3.74 %) | MAMI 50 0 (0.00 %) | MAPI 5,800 -200 (-3.33 %) | MASA 495 5 (1.02 %) | MBAI 13,200 700 (5.60 %) | MBSS 1,070 -30 (-2.73 %) | MBTO 420 0 (0.00 %) | MDLN 345 0 (0.00 %) | MDRN 3,175 175 (5.83 %) | MEDC 2,300 25 (1.10 %) | META 280 0 (0.00 %) | META-W 191 -1 (-0.52 %) | MFIN 750 10 (1.35 %) | MFMI 225 0 (0.00 %) | MICE 465 -5 (-1.06 %) | MIDI 425 5 (1.19 %) | MITI 62 -3 (-4.62 %) | MLIA 400 0 (0.00 %) | MLPL 156 0 (0.00 %) | MLPL-W 41 2 (5.13 %) | MNCN 1,610 60 (3.87 %) | MPPA 930 0 (0.00 %) | MRAT 560 10 (1.82 %) | MTDL 121 2 (1.68 %) | MTFN 315 10 (3.28 %) | MTLA 230 -5 (-2.13 %) | MYOH 1,920 10 (0.52 %) | MYOR 14,750 50 (0.34 %) | MYRX 280 -5 (-1.75 %) | MYRXP 61 -2 (-3.17 %) | MYTX 270 0 (0.00 %) | NIKL 275 -5 (-1.79 %) | NISP 1,200 40 (3.45 %) | OKAS 275 5 (1.85 %) | PADI 580 -10 (-1.69 %) | PADI-W 200 0 (0.00 %) | PANR 166 1 (0.61 %) | PANS 1,370 -30 (-2.14 %) | PBRX 500 -20 (-3.85 %) | PBRX-W 101 9 (9.78 %) | PGAS 3,400 75 (2.26 %) | PGLI 104 2 (1.96 %) | PICO 210 0 (0.00 %) | PKPK 173 -3 (-1.70 %) | PLAS 1,370 0 (0.00 %) | PNBN 890 0 (0.00 %) | PNIN 470 -5 (-1.05 %) | PNLF 152 -5 (-3.18 %) | PNLF-W 40 0 (0.00 %) | POLY 440 -15 (-3.30 %) | PRAS 123 3 (2.50 %) | PSAB 3,900 125 (3.31 %) | PTBA 20,300 -200 (-0.98 %) | PTIS 960 20 (2.13 %) | PTPP 570 -20 (-3.39 %) | PTRO 36,100 -8,900 (-19.78 %) | PTSN 90 -1 (-1.10 %) | PTSP 670 10 (1.52 %) | PUDP 485 5 (1.04 %) | PWON 820 -30 (-3.53 %) | PYFA 199 0 (0.00 %) | R-LQ45X 700 -6 (-0.85 %) | RAJA 590 -20 (-3.28 %) | RALS 800 -20 (-2.44 %) | RBMS 95 -4 (-4.04 %) | RICY 196 -9 (-4.39 %) | RIGS 405 -40 (-8.99 %) | RIMO 50 0 (0.00 %) | RMBA 890 -20 (-2.20 %) | RODA 195 -5 (-2.50 %) | ROTI 3,525 -50 (-1.40 %) | RUIS 270 -5 (-1.82 %) | SAFE 80 -7 (-8.05 %) | SCMA 9,000 -50 (-0.55 %) | SDMU 300 0 (0.00 %) | SDPC 68 -1 (-1.45 %) | SDRA 345 -20 (-5.48 %) | SGRO 3,325 75 (2.31 %) | SIMP 1,370 30 (2.24 %) | SIPD 56 -1 (-1.75 %) | SMAR 5,400 -50 (-0.92 %) | SMCB 2,275 -25 (-1.09 %) | SMDM 188 0 (0.00 %) | SMDR 4,325 -350 (-7.49 %) | SMGR 11,400 50 (0.44 %) | SMMA 4,075 -25 (-0.61 %) | SMRA 1,190 0 (0.00 %) | SMRU 610 -10 (-1.61 %) | SMSM 1,740 10 (0.58 %) | SOBI 2,150 100 (4.88 %) | SPMA 255 -5 (-1.92 %) | SRAJ 420 -15 (-3.45 %) | SRSN 59 -1 (-1.67 %) | SSIA 870 -30 (-3.33 %) | SSTM 194 -16 (-7.62 %) | STAR 64 -1 (-1.54 %) | STAR-W 16 0 (0.00 %) | SULI 134 -2 (-1.47 %) | SUPR 4,225 0 (0.00 %) | TBIG 2,475 25 (1.02 %) | TBLA 590 0 (0.00 %) | TCID 8,100 50 (0.62 %) | TELE 330 0 (0.00 %) | TELE-W 64 0 (0.00 %) | TIFA 215 5 (2.38 %) | TINS 1,910 10 (0.53 %) | TIRT 68 1 (1.49 %) | TKIM 2,125 0 (0.00 %) | TLKM 6,800 -100 (-1.45 %) | TMAS 192 -3 (-1.54 %) | TMPI 141 13 (10.16 %) | TMPO 141 -14 (-9.03 %) | TOTL 420 -5 (-1.18 %) | TOWR 11,600 -300 (-2.52 %) | TPIA 2,350 0 (0.00 %) | TRAM 980 0 (0.00 %) | TRIL 144 -2 (-1.37 %) | TRIM 97 -8 (-7.62 %) | TRST 430 -5 (-1.15 %) | TRUB 50 0 (0.00 %) | TSPC 2,600 50 (1.96 %) | TURI 690 -10 (-1.43 %) | ULTJ 1,130 0 (0.00 %) | UNIT 380 50 (15.15 %) | UNSP 285 -5 (-1.72 %) | UNSP-W2 95 -10 (-9.52 %) | UNTR 28,000 -1,250 (-4.27 %) | UNVR 19,600 -300 (-1.51 %) | VIVA 520 -20 (-3.70 %) | VIVA-W 174 -1 (-0.57 %) | VOKS 1,130 -20 (-1.74 %) | VRNA 139 2 (1.46 %) | WEHA 169 0 (0.00 %) | WEHA-W 14 -4 (-22.22 %) | WICO 69 3 (4.55 %) | WIKA 690 -20 (-2.82 %) | WINS 335 0 (0.00 %) | WINS-W 40 0 (0.00 %) | WOMF 275 -20 (-6.78 %) | YPAS 680 -10 (-1.45 %) | YULE 131 1 (0.77 %) | ZBRA 50 0 (0.00 %) |