Search News

Market Outlook 2H 2010

Senin, 12 Juli 2010 | 13:53

Sisa satu semester 2010 yang akan datang menimbulkan tanda tanya bagi pelaku pasar. Krisis hutang pemerintah di Eropa, melambatnya pertumbuhan di Cina, perubahan kebijakan moneter dan tingginya volatilitas di pasar akan menjadi pertimbangan penting untuk merencanakan strategi berinvestasi.

IHSG menjadi indeks yang mengalami kenaikan yang tertinggi dibanding indeks negara lain ditengah kondisi meningkatnya risiko pasar yang terjadi.

Semakin besarnya perbedaan pergerakan IHSG dengan bursa-bursa lainnya ditengah kondisi seperti saat ini membuat down-side risk semakin besar pula.

Investor harus mewaspadai kemungkinan koreksi yang terjadi pada harga-harga saham dengan lebih memilih perusahaan yang memiliki pangsa pasar domestik yang besar dan ketergantungan dengan kondisi perekonomian luar negeri yang rendah.

Kami merekomendasikan overweight saham-saham consumer good, automotive, dan banking.



Kekhawatiran akan kelanjutan pemulihan ekonomi meningkat

Risiko gagal bayar hutang di Eropa meningkat ketika rasio Hutang/GDP semakin besar.

Tingginya Hutang dan defisit yang dialami negara-negara Eropa, Jepang dan AS membuat pendanaan pembangunan ekonomi dari hutang terbatas dan ditambah lagi efisiensi yang akan dilakukan untuk menutupi defisit anggarannya.

Beberapa indikator perekonomian menunjukkan pemulihan, namun angka pengangguran masih tinggi di AS.

Cina yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi Dunia sedang memasuki tahap cooling down. Terlihat dari Penurunan Industrial Production sejak awal tahun 2010. 

Harga Emas naik dan Yield Obligasi 10yr AS berada dibawah 3% menandakan kebutuhan keamanan (flight to quality) meningkat.



Bagaimana dengan kelanjutan rally IHSG ?

Membaiknya Rating dan tingginya Yield di Indonesia menarik bagi aliran dana asing.

Besarnya porsi consumer spending terbukti menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif ditengah krisis ekonomi global.

Saham-saham sektor consumer, manufacturing dan banking menjadi penopang kenaikan IHSG.

Lesunya perekonomian global membuat sektor yang berorientasi ekspor terutama komoditas mengalami negative relative performance.

Harga Emas naik dan Yield Obligasi 10yr AS berada dibawah 3% menandakan kebutuhan keamanan (flight to quality) meningkat.


Strategi pemilihan saham
Saham yang menjadi pilihan di 2010 menurut kriteria kami adalah emiten yang memiliki kinerja keuangan yang baik seperti ROE yang tinggi, memiliki dividen yang besar, merupakan market leader di sektornya , pertumbuhan pendapatan yang baik, memiliki kapitalisasi pasar yang besar, dan memiliki orientasi bisnis lebih ke domestik.

Kekhawatiran mengenai membengkaknya hutang di Eropa meningkat sejak pertama kali diberitakannya gagal bayar perusahaan raksasa property yaitu Dubai World pada akhir Nopember 2009.

Yang menjadi negara Eropa yang terancam gagal bayar hutang luar negeri pertama kalinya adalah Yunani.

Setelah itu beberapa negara Eropa yang skala ekonominya lebih besar dari Yunani turut juga mengalami masalah pembayaran hutang luar negerinya seperti Portugal, Italia dan Spanyol.

Jika suatu negara mengalami gagal bayar hutang luar negerinya maka dampaknya akan menjalar ke negara-negara lainnya (counterparty risk). Meningkatnya kekhawatiran ini menyebabkan likuiditas di Eropa mengalami pengetatan yang dilihat dari kenaikan tajam Libor USD 3 month dari awal 2010 sekitar 0,25% sampai saat ini sebesar 0,53%

Besarnya defisit yang dialami negara-negara di Eropa memperlambat proses pemulihan perekonomiaan saat ini. Defisit negara-negara di Eropa jauh diatas aturan EU yaitu 3%. Defisit akan memaksa negara-negara tersebut memangkas pengeluarannya dan akan menaikkan tarif pajak atau menambah jenis-jenis pajaknya.

Sementara dalam kondisi perekonomian yang lesu seharusnya pemerintah merangsang pertumbuhan ekonomi dengan belanja yang lebih besar dan menurunkan pajak. Jika pemerintah di Eropa benar-benar melakukan penghematan belanja maka perekonomian diperkirakan akan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk bisa pulih.

Saat ini bukan hanya Eropa saja yang akan melakukan pemangkasan belanja, namun negara-negara anggota G-20 sepertinya akan melakukan hal yang sama. Namun, Indonesia yang merupakan salah satu anggota G-20 masih belum akan melakukan penghematan karena defisitnya masih kecil sekitar 2,2% dari GDP.

Saat ini di AS beberapa indikator ekonomi mengindikasikan adanya perbaikan ekonomi. GDP AS pertumbuhannya meningkat tajam dari terendah -3,8% di Q3 2009 menjadi 2,4% di Q2 2010. Namun roda perekonomian masih berputar sangat lambat dilihat dari velocity of money AS yang masih rendah bahkan terendah sejak 20 tahun terakhir.

Pelaku ekonomi di AS masih belum berani membelanjakan uangnya dan lebih memilih menyimpan uangnya karena kekhawatiran akan memburuknya perekonomian di masa yang akan datang  masih tinggi. Akan sulit perekonomian pulih jika velocity of money tetap rendah.

Indikator ekonomi yang sangat penting lainnya adalah ISM Manufacturing Survey. Indikator ini menandakan aktivitas manajer bagian pembelanjaan di perusahaan manufaktur AS yang mewakili 20 industri yang berbeda.

Besarnya jumlah pembelian atau pengadaan supply di pabrik akan sensitif terhadap prospek perekonomian kedepannya. Jika permintaan mulai naik maka pembelian persediaan pabrik akan segera diperbanyak.

ISM Manufacturing AS terus membaik dari awal 2009 sampai dengan April 2010, namun dari April sampai Juni 2010 mengalami penurunan.

Hal yang perlu diwaspadai adalah jika ISM Manufacturing berada di bawah 50, yang artinya manufacturing memasuki fase kontraksi meskipun perekonomian masih bertumbuh. 

Pertumbuhan ekonomi Cina dikhawatirkan akan mengalami perlambatan di 2011. Peranan China dalam perekonomian dunia saat ini sangatlah penting, sehingga kekhawatiran investor akan meningkat jika perekonomian Cina melambat.

Pemerintah Cina mulai memperketat kebijakan moneternya dengan cara menaikkan cadangan minimum bank di Cina menjadi 16,5%.

Hal ini dilakukan untuk mencegah overheating pertumbuhan Cina dan menahan inflasi. Jika Cina menurunkan pertumbuhannya maka dampaknya akan besar terhadap proses pemulihan ekonomi global.

Karena salah satu cara mengatasi masalah lesunya perekonomian adalah dengan meningkatkan perdagangan internasional. Hal lain di Cina yang dicemaskan adalah runtuhnya sektor properti di Cina yang akan menghantam sistem perbankan Cina.

Indeks Harga Properti Cina berada pada level tertinggi dari 5 tahun terakhir ini. Kondisi ini sangat rentan terjadinya anjloknya harga properti disusul dengan bankrutnya bank-bank yang mendanai kredit properti, dan akhirnya merambat ke sektor-sektor lainnya. 

Permasalahan defisit negara-negara di Eropa, Jepang dan AS, melambatnya pertumbuhan ekonomi di Cina dan meningkatnya volatilitas di pasar modal menyebabkan kebutuhan akan instrumen investasi yang lebih aman meningkat.

Hal ini terlihat dari trend kenaikan harga emas dan menurunnya yield obligasi pemerintah AS 10 tahun. Harga emas saat ini $1190 per troy once mengalami kenaikan 28% dari harga tahun lalu, sementara yield obligasi pemerintah AS turun tajam menjadi 2,92%.

Rendahnya Yield Obligasi di AS dapat berdampak positif bagi aliran dana ke Indonesia. Dengan kondisi makro ekonomi yang membaik, rating hutang luar negeri yang membaik dan yield obligasi lebih tinggi dari negara-negara lain maka daya tarik Indonesia sebagai tempat berinvestasi akan semakin besar.    

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mencapai 6%. Yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi masih berasal dari belanja masyarakat yang memberikan kontribusi lebih dari 60% GDP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berita harian Bisnis Indonesi tanggal 18 Juli 2010 bahwa sampai dengan Mei 2010 belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat pertumbuhannya sudah mencapai 9% dibanding tahun lalu.

Meskipun akan terjadi kenaikan TDL di 2010, namun diperkirakan pola konsumsi masyarakat tidak berubah. Dari net ekspor dan investasi diperkirakan masih belum banyak berubah di 2010.

Lesunya perekonomian Global menjadi penyebab pertumbuhan dari ekspor dan investasi masih belum bisa memmberikan kontribusi banyak untuk pertumbuhan ekonomi.  

Peringkat Rating Hutang Luar Negeri Indonesia yang naik menyebabkan aliran modal asing masuk mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari porsi kepemilikan Aing di SUN meningkat di Juni menjadi 26,1%, demikian pula dengan saham dimana IHSG menjadi bursa dengan pertumbuhan terbaik di dunia.

Kondisi ini membawa obligasi dan saham-saham di Indonesia pada harga premium.

Kenaikan harga ini patut diwaspadai karena harga saham saat ini tidak sepenuhnya didukung oleh peningkatan kinerja fundamental emiten-emiten.

Tidak banyaknya pilihan negara-negara yang masih memiliki pertumbuhan, yield investasi yang tinggi dan kondisi ekonomi yang relatif lebih kebal dari krisis global membuat membawa Indonesia menjadi tujuan utama investasi asing.

Terbukti bahwa sektor consumer memberikan relative return yang paling tinggi diantara sektor lainnya. Kinerja fundamental emiten yang ada di sektor ini sangat kebal terhadap lesunya perekonomian global.

Bahkan penurunan harga CPO akibat lesunya perekonomian berdampak positif bagi emiten yang terdapat di sektor consumer seperi UNVR.

Penurunan harga CPO akan menurunkan biaya bahan baku dimana UNVR hampir 80% produknya menggunakan bahan baku berasal dari CPO.

Sementara penurunan harga komoditas tambang dan CPO di pasar Internasional membuat relative performance sektor pertambangan dan Perkebunan jauh dibawah kinerja IHSG masing-masing sebesar -12,3% dan -21,7%.

Sektor infrastruktur yang sebagian besar terdiri dari emiten telekomunikasi kinerjanya juga masih dibawah IHSG yaitu -20,6%.

Hal ini disebabkan sektor telekomunikasi saat ini memasuki fase konsolidasi dimana perang tarif dan banyaknya operator membuat kinerja fundamental emiten tidak bertumbuh besar. 


Saham-saham Pilihan

Kami masih melihat ada ruang untuk IHSG naik sampai ke level 3111 sampai akhir 2010.

Pertumbuhan ekonomi yang solid, rating Indonesia semakin baik, dan yield masih tinggi dibanding negara lain menjadi faktor pendorong kenaikan IHSG di 2010.

Saham-saham yang menjadi pilihan di semester II 2010 menurut kriteria kami adalah emiten yang memiliki kinerja keuangan yang baik seperti ROE yang tinggi, memiliki dividen yield yang tinggi, merupakan market leader di sektornya, memiliki kapitalisasi pasat besar, dan lebih berorientasi pada pasar domestik seperti sektor consumer good, automotive, dan banking. 


Perkiraan IHSG 2010

IHSG di 2010 diperkirakan berada di level 3111 atau naik sekitar 22,7% YoY atau naik sebesar 5,7% dari posisi saat ini.

Perkiraan kenaikan IHSG ini dihitung dengan menyesuaikan antara akumulasi pertumbuhan nominal GDP Indonesia sejak 1999 sampai dengan 2010 ditambah dengan rata-rata standard deviasi posisi IHSG dengan IHSG yang sesuai dengan pertumbuhan nominal IHSG.

Kami memperkirakan pertumbuhan GDP dan arus dana masuk yang meningkat di 2010 akan menyokong pergerakan IHSG.


A
A
A

IDX CHART

LOGIN

Username
Password

call center        Yahoo Chat
verisign

QUOTE

WORLD INDEX

  Index %
Gold1,719.90-1.17%
EUR-USD1.3035-0.9295%
Nasdaq2,905.66+1.61%
Dow12,862.20+1.23%
S&P 5001,344.90+1.46%
FTSE 1005,871.65-0.50%
STOXX 502,491.89-0.92%
DAX6,729.01-0.56%
Oil (WTI)96.67-1.20%
U.S. 10-year1.908%-0.016
BAC:US7.84+5.23%
8411:JP120.00+1.69%
Nikkei8,929.20-0.23%
TOPIX769.85
Hang Seng20,709.90
2012-02-06 16:51:02

IDX INDEX

  Index Point
AGRI
2,228.50
33.38
BASIC-IND
420.02
-5.07
CONSUMER
1,335.96
-15.29
INFRASTRUCE
714.44
-3.73
FINANCE
497.57
-6.20
MANUFACTURE
1,021.58
-15.34
MINING
2,753.77
-19.94
MISC-IND
1,371.86
-29.10
PROPERTY
243.63
-3.05
TRADE
638.19
-5.84
DBX
569.45
-4.67
MBX
1,140.00
-12.15
KOMPAS100
897.83
-10.56
LQ45
693.83
-9.30
JII
565.34
-6.08
BISNIS-27
338.35
-5.36
PEFINDO25
452.94
-4.85
SRI-KEHATI
208.54
-2.92
COMPOSITE
3,974.79
-41.16
2012-02-06 16:55:01

TOP 5

  Freq Price %
TRIL6,01884-6.67
STAR5,77768-2.86
AKRA2,9503,450-2.82
KRAS2,9408900.00
TRAM2,5829801.03
2012-01-20 16:55:03
  Price Gain %
ERTX2505025.00
WOMF2905523.40
VOKS1,50017012.78
BAEK1,95020011.43
UNIT3603510.77
2012-01-20 16:55:02
  Price Loss %
PRAS121-13-9.70
TRIL84-6-6.67
HITS235-15-6.00
META235-15-6.00
JRPT2,025-125-5.81
2012-01-20 16:55:02

EXCHANGE RATE

  Jual Beli
 USD 9125.00  8875.00 
 SGD 7331.65  7102.65 
 HKD 1177.60  1143.50 
 CHF 9910.65  9608.65 
 GBP14417.80 13986.80 
 AUD 9788.30  9484.30 
 JPY 119.67  115.17 
 SEK 1366.70  1316.90 
 DKK 1617.90  1556.10 
 CAD 9177.30  8879.30 
 EUR11945.90 11581.90 
 SAR 2442.35  2358.35 
 NZD 7603.40  7342.40 
 CNY 1446.95  1404.95 
2012-02-06 16:02:02

ORI Reli

  Index
ORI 003 100,925
ORI 004 103,000
ORI 005 110,000
ORI 006 103,000
ORI 007 104,350
ORI 008 104,700

Sukuk Ritel

  Index
SR 001 101,063
SR 002 103,875
SR 003 104,350



reliance ksei kpei idx bappepam
2012-02-06 16:45:01 AALI 21,950 450 (2.09 %) | ABBA 120 -3 (-2.44 %) | ABDA 760 0 (0.00 %) | ABMM 3,725 25 (0.68 %) | ACES 4,600 -200 (-4.17 %) | ADES 1,070 0 (0.00 %) | ADHI 710 -10 (-1.39 %) | ADMF 12,600 0 (0.00 %) | ADMG 580 0 (0.00 %) | ADRO 1,940 20 (1.04 %) | AGRO 136 0 (0.00 %) | AHAP 190 0 (0.00 %) | AISA 500 5 (1.01 %) | AKPI 970 -30 (-3.00 %) | AKRA 3,625 0 (0.00 %) | ALDO 495 0 (0.00 %) | ALMI 1,120 -30 (-2.61 %) | AMAG 171 -3 (-1.72 %) | AMAG-W 55 -1 (-1.79 %) | AMFG 7,000 50 (0.72 %) | ANTM 1,930 20 (1.05 %) | APIC 215 -5 (-2.27 %) | APLI 82 -2 (-2.38 %) | APLN 325 -5 (-1.52 %) | APOL 86 -34 (-28.33 %) | ARII 1,460 40 (2.82 %) | ARNA 455 25 (5.81 %) | ARTI 280 -10 (-3.45 %) | ASBI 300 0 (0.00 %) | ASGR 1,020 20 (2.00 %) | ASIA 62 2 (3.33 %) | ASII 77,000 -1,750 (-2.22 %) | ASRI 540 0 (0.00 %) | ATPK 162 -3 (-1.82 %) | AUTO 3,550 -25 (-0.70 %) | BAJA 270 -5 (-1.82 %) | BAPA-W 29 9 (45.00 %) | BAYU 260 -10 (-3.70 %) | BBCA 8,050 0 (0.00 %) | BBKP 650 -20 (-2.99 %) | BBLD 560 20 (3.70 %) | BBNI 3,425 -150 (-4.20 %) | BBRI 7,000 -150 (-2.10 %) | BBTN 1,210 -10 (-0.82 %) | BCAP 1,000 0 (0.00 %) | BDMN 4,800 25 (0.52 %) | BEKS 132 -1 (-0.75 %) | BFIN 5,200 0 (0.00 %) | BHIT 285 10 (3.64 %) | BIPI 235 -5 (-2.08 %) | BIPI-W 86 -3 (-3.37 %) | BIPP 57 1 (1.79 %) | BISI 930 0 (0.00 %) | BJBR 1,100 -30 (-2.65 %) | BKDP 114 2 (1.79 %) | BKSL 235 -10 (-4.08 %) | BMRI 6,400 -150 (-2.29 %) | BMTR 1,220 70 (6.09 %) | BNBA 151 1 (0.67 %) | BNBR 51 1 (2.00 %) | BNGA 1,200 0 (0.00 %) | BNII 460 5 (1.10 %) | BNLI 1,410 0 (0.00 %) | BORN 860 -20 (-2.27 %) | BRAU 425 -5 (-1.16 %) | BRMS 570 -20 (-3.39 %) | BRMS-W 48 -8 (-14.29 %) | BRNA 1,700 10 (0.59 %) | BRPT 760 -10 (-1.30 %) | BSDE 1,100 -30 (-2.65 %) | BSIM 290 -5 (-1.69 %) | BSIM-W 142 0 (0.00 %) | BTEK 1,300 80 (6.56 %) | BTEL 270 -5 (-1.82 %) | BTON 390 0 (0.00 %) | BTPN 3,400 -50 (-1.45 %) | BUDI 245 -5 (-2.00 %) | BULL 80 -1 (-1.23 %) | BULL-W 17 -1 (-5.56 %) | BUMI 2,525 -75 (-2.88 %) | BUVA 395 0 (0.00 %) | BVIC 137 0 (0.00 %) | BVIC-W3 47 1 (2.17 %) | BWPT 1,370 70 (5.38 %) | BYAN 18,000 0 (0.00 %) | CASS 395 5 (1.28 %) | CFIN 470 -5 (-1.05 %) | CFIN-W 100 2 (2.04 %) | CLPI 1,400 -40 (-2.78 %) | CMNP 1,760 -40 (-2.22 %) | CNKO 113 -1 (-0.88 %) | CNTX 7,100 -100 (-1.39 %) | COWL 230 0 (0.00 %) | CPIN 2,600 -75 (-2.80 %) | CSAP 240 5 (2.13 %) | CTRA 620 0 (0.00 %) | CTRP 580 -20 (-3.33 %) | CTRS 860 -10 (-1.15 %) | CTTH 68 0 (0.00 %) | DART 470 -5 (-1.05 %) | DAVO 50 0 (0.00 %) | DEWA 87 -2 (-2.25 %) | DGIK 101 -3 (-2.88 %) | DILD 265 -5 (-1.85 %) | DILD-W 3 0 (0.00 %) | DKFT 1,820 -90 (-4.71 %) | DKFT-W 1,060 -130 (-10.92 %) | DOID 640 -20 (-3.03 %) | DPNS 680 10 (1.49 %) | DSFI 50 0 (0.00 %) | DSSA 10,300 -700 (-6.36 %) | DVLA 1,200 0 (0.00 %) | EKAD 335 0 (0.00 %) | ELSA 250 0 (0.00 %) | ELTY 131 -7 (-5.07 %) | EMDE 150 0 (0.00 %) | EMTK 4,300 200 (4.88 %) | ENRG 188 -9 (-4.57 %) | ENRG-W 48 -4 (-7.69 %) | EPMT 750 0 (0.00 %) | ERAA 1,260 -20 (-1.56 %) | ERTX 450 90 (25.00 %) | ESSA 1,060 -20 (-1.85 %) | ETWA 465 5 (1.09 %) | EXCL 4,575 -100 (-2.14 %) | FASW 3,925 -75 (-1.88 %) | FISH 2,300 -25 (-1.08 %) | FMII 160 -5 (-3.03 %) | FORU 155 -3 (-1.90 %) | FPNI 148 0 (0.00 %) | FREN 50 0 (0.00 %) | FREN-W 16 0 (0.00 %) | GDST 135 0 (0.00 %) | GDYR 12,300 0 (0.00 %) | GEMA 300 0 (0.00 %) | GEMS 2,550 -50 (-1.92 %) | GGRM 57,950 -1,200 (-2.03 %) | GIAA 610 -20 (-3.17 %) | GJTL 2,750 -50 (-1.79 %) | GOLD 395 0 (0.00 %) | GPRA 145 -4 (-2.68 %) | GREN 120 -2 (-1.64 %) | GREN-W 27 0 (0.00 %) | GTBO 570 0 (0.00 %) | GWSA 200 -5 (-2.44 %) | GZCO 280 -5 (-1.75 %) | HADE 50 0 (0.00 %) | HDFA 225 -5 (-2.17 %) | HEXA 9,800 -250 (-2.49 %) | HMSP 46,500 1,500 (3.33 %) | HRUM 7,600 -50 (-0.65 %) | IATA 50 0 (0.00 %) | ICBP 5,200 50 (0.97 %) | ICON 650 0 (0.00 %) | IDKM 2,975 75 (2.59 %) | IGAR 650 -20 (-2.99 %) | IIKP 1,000 0 (0.00 %) | IKAI 140 -8 (-5.41 %) | IMAS 15,500 -500 (-3.13 %) | INAF 210 -10 (-4.55 %) | INAI 660 -10 (-1.49 %) | INCI 210 -5 (-2.33 %) | INCO 4,000 25 (0.63 %) | INDF 4,850 -75 (-1.52 %) | INDR 2,125 50 (2.41 %) | INDS 3,575 -50 (-1.38 %) | INDY 2,350 -100 (-4.08 %) | INKP 1,310 0 (0.00 %) | INPC 113 -2 (-1.74 %) | INTA 780 -10 (-1.27 %) | INTP 16,650 -450 (-2.63 %) | INVS 6,150 200 (3.36 %) | IPOL 135 0 (0.00 %) | IPOL-W 29 0 (0.00 %) | ISAT 5,450 50 (0.93 %) | ITMG 39,350 150 (0.38 %) | JAWA 365 -5 (-1.35 %) | JECC 770 40 (5.48 %) | JIHD 630 30 (5.00 %) | JKON 1,490 -10 (-0.67 %) | JPFA 4,400 75 (1.73 %) | JPRS 520 -20 (-3.70 %) | JSMR 4,425 -50 (-1.12 %) | JTPE 385 0 (0.00 %) | KAEF 450 -5 (-1.10 %) | KARK 50 0 (0.00 %) | KBLI 108 1 (0.93 %) | KBLM 110 -1 (-0.90 %) | KBLV 530 0 (0.00 %) | KBRI 64 -1 (-1.54 %) | KBRI-W2 19 -2 (-9.52 %) | KDSI 240 -5 (-2.04 %) | KIAS 98 -7 (-6.67 %) | KIJA 178 -6 (-3.26 %) | KKGI 6,900 -100 (-1.43 %) | KLBF 3,575 0 (0.00 %) | KPIG 650 0 (0.00 %) | KRAS 850 -20 (-2.30 %) | KREN 770 -10 (-1.28 %) | LAMI 250 25 (11.11 %) | LCGP 114 -1 (-0.87 %) | LMAS 50 0 (0.00 %) | LMPI 250 -20 (-7.41 %) | LPCK 1,880 -60 (-3.09 %) | LPGI 1,590 0 (0.00 %) | LPIN 2,300 150 (6.98 %) | LPKR 720 20 (2.86 %) | LPLI 220 -10 (-4.35 %) | LPPS 123 4 (3.36 %) | LSIP 2,500 50 (2.04 %) | LTLS 890 0 (0.00 %) | MAIN 1,030 -40 (-3.74 %) | MAMI 50 0 (0.00 %) | MAPI 5,800 -200 (-3.33 %) | MASA 495 5 (1.02 %) | MBAI 13,200 700 (5.60 %) | MBSS 1,070 -30 (-2.73 %) | MBTO 420 0 (0.00 %) | MDLN 345 0 (0.00 %) | MDRN 3,175 175 (5.83 %) | MEDC 2,300 25 (1.10 %) | META 280 0 (0.00 %) | META-W 191 -1 (-0.52 %) | MFIN 750 10 (1.35 %) | MFMI 225 0 (0.00 %) | MICE 465 -5 (-1.06 %) | MIDI 425 5 (1.19 %) | MITI 62 -3 (-4.62 %) | MLIA 400 0 (0.00 %) | MLPL 156 0 (0.00 %) | MLPL-W 41 2 (5.13 %) | MNCN 1,610 60 (3.87 %) | MPPA 930 0 (0.00 %) | MRAT 560 10 (1.82 %) | MTDL 121 2 (1.68 %) | MTFN 315 10 (3.28 %) | MTLA 230 -5 (-2.13 %) | MYOH 1,920 10 (0.52 %) | MYOR 14,750 50 (0.34 %) | MYRX 280 -5 (-1.75 %) | MYRXP 61 -2 (-3.17 %) | MYTX 270 0 (0.00 %) | NIKL 275 -5 (-1.79 %) | NISP 1,200 40 (3.45 %) | OKAS 275 5 (1.85 %) | PADI 580 -10 (-1.69 %) | PADI-W 200 0 (0.00 %) | PANR 166 1 (0.61 %) | PANS 1,370 -30 (-2.14 %) | PBRX 500 -20 (-3.85 %) | PBRX-W 101 9 (9.78 %) | PGAS 3,400 75 (2.26 %) | PGLI 104 2 (1.96 %) | PICO 210 0 (0.00 %) | PKPK 173 -3 (-1.70 %) | PLAS 1,370 0 (0.00 %) | PNBN 890 0 (0.00 %) | PNIN 470 -5 (-1.05 %) | PNLF 152 -5 (-3.18 %) | PNLF-W 40 0 (0.00 %) | POLY 440 -15 (-3.30 %) | PRAS 123 3 (2.50 %) | PSAB 3,900 125 (3.31 %) | PTBA 20,300 -200 (-0.98 %) | PTIS 960 20 (2.13 %) | PTPP 570 -20 (-3.39 %) | PTRO 36,100 -8,900 (-19.78 %) | PTSN 90 -1 (-1.10 %) | PTSP 670 10 (1.52 %) | PUDP 485 5 (1.04 %) | PWON 820 -30 (-3.53 %) | PYFA 199 0 (0.00 %) | R-LQ45X 700 -6 (-0.85 %) | RAJA 590 -20 (-3.28 %) | RALS 800 -20 (-2.44 %) | RBMS 95 -4 (-4.04 %) | RICY 196 -9 (-4.39 %) | RIGS 405 -40 (-8.99 %) | RIMO 50 0 (0.00 %) | RMBA 890 -20 (-2.20 %) | RODA 195 -5 (-2.50 %) | ROTI 3,525 -50 (-1.40 %) | RUIS 270 -5 (-1.82 %) | SAFE 80 -7 (-8.05 %) | SCMA 9,000 -50 (-0.55 %) | SDMU 300 0 (0.00 %) | SDPC 68 -1 (-1.45 %) | SDRA 345 -20 (-5.48 %) | SGRO 3,325 75 (2.31 %) | SIMP 1,370 30 (2.24 %) | SIPD 56 -1 (-1.75 %) | SMAR 5,400 -50 (-0.92 %) | SMCB 2,275 -25 (-1.09 %) | SMDM 188 0 (0.00 %) | SMDR 4,325 -350 (-7.49 %) | SMGR 11,400 50 (0.44 %) | SMMA 4,075 -25 (-0.61 %) | SMRA 1,190 0 (0.00 %) | SMRU 610 -10 (-1.61 %) | SMSM 1,740 10 (0.58 %) | SOBI 2,150 100 (4.88 %) | SPMA 255 -5 (-1.92 %) | SRAJ 420 -15 (-3.45 %) | SRSN 59 -1 (-1.67 %) | SSIA 870 -30 (-3.33 %) | SSTM 194 -16 (-7.62 %) | STAR 64 -1 (-1.54 %) | STAR-W 16 0 (0.00 %) | SULI 134 -2 (-1.47 %) | SUPR 4,225 0 (0.00 %) | TBIG 2,475 25 (1.02 %) | TBLA 590 0 (0.00 %) | TCID 8,100 50 (0.62 %) | TELE 330 0 (0.00 %) | TELE-W 64 0 (0.00 %) | TIFA 215 5 (2.38 %) | TINS 1,910 10 (0.53 %) | TIRT 68 1 (1.49 %) | TKIM 2,125 0 (0.00 %) | TLKM 6,800 -100 (-1.45 %) | TMAS 192 -3 (-1.54 %) | TMPI 141 13 (10.16 %) | TMPO 141 -14 (-9.03 %) | TOTL 420 -5 (-1.18 %) | TOWR 11,600 -300 (-2.52 %) | TPIA 2,350 0 (0.00 %) | TRAM 980 0 (0.00 %) | TRIL 144 -2 (-1.37 %) | TRIM 97 -8 (-7.62 %) | TRST 430 -5 (-1.15 %) | TRUB 50 0 (0.00 %) | TSPC 2,600 50 (1.96 %) | TURI 690 -10 (-1.43 %) | ULTJ 1,130 0 (0.00 %) | UNIT 380 50 (15.15 %) | UNSP 285 -5 (-1.72 %) | UNSP-W2 95 -10 (-9.52 %) | UNTR 28,000 -1,250 (-4.27 %) | UNVR 19,600 -300 (-1.51 %) | VIVA 520 -20 (-3.70 %) | VIVA-W 174 -1 (-0.57 %) | VOKS 1,130 -20 (-1.74 %) | VRNA 139 2 (1.46 %) | WEHA 169 0 (0.00 %) | WEHA-W 14 -4 (-22.22 %) | WICO 69 3 (4.55 %) | WIKA 690 -20 (-2.82 %) | WINS 335 0 (0.00 %) | WINS-W 40 0 (0.00 %) | WOMF 275 -20 (-6.78 %) | YPAS 680 -10 (-1.45 %) | YULE 131 1 (0.77 %) | ZBRA 50 0 (0.00 %) |