Indeks saham di Asia sebagian besar ditutup turun akhir pekan lalu karena penurunan data indeks non-manufaktur China dan seiring dengan keluarnya sejumlah laporan keuangan yang harus dicerna oleh investor serta sikap waspada menjelang rilis data Tingkat Pengangguran AS.
Para analis berpendapat tidak ada penambahan jumlah lapangan kerja baru secara signficant, jika berpegang pada data ADP Employment Report yang keluar hari Rabu. Menjelang rilis Unemployment Rate, investor umumnya menahan diri dari mengambil langkah besar sebagai antisipasi jika ternyata data tersebut keluar lebih buruk dari perkiraan.
IHSG ditutup hampir tidak berubah, turun 1 poin ke level 4015.9. Market Breadth sedikit netral karena 109 saham yang harganya naik hampir mengimbangi 114 saham yang turun, sementara 111 saham tidak berubah. Indeks saham Blue Chip LQ-45 naik tipis 0.1 poin dan tetap pada level 703.1. Secara mingguan, IHSG maju 29.5 poin (0.74%) sementara LQ-45 bergerak flat, hanya bertambah 0.6 poin (0.07%). Investor asing membukukan Net Buy IDR 349.5 miliar Jumat lalu dengn ASRI, DEWA, ADRO, GIAA, MNCN dan BBKP sebagai saham teraktif yang paling banyak dibeli. Secara mingguan, jumlah Net Buy Asing mencapai IDR 54.2 miliar.
Indeks saham di Eropa ditutup rally after data Tingkat Pengangguran AS keluar lebih baik dari estimasi dan mendukung pandangan pemulihan ekonomi masih berada di jalur yang benar. Indeks saham juga didukung oleh data Eurozone Composite PMI yang memberi konfirmasi pertumbuhan aktifitas di sektor swasta. Data PMI naik ke level 50.4 di bulan Januari dari 48.3 pada bulan Desember., sesuai dengan perhitungan awal.
Indeks saham utama di Wall Street lompat, sehingga mengangkat indeks NASDAQ ke level tertinggi dalam 11 tahun, dipicu oleh Tingkat pengangguran AS yang turun ke level terendah dalam 3 tahun. Di bulan Januari, sektor selain pertanian (Non-Farm) membuka 243.000 lapangan kerja baru, terbesar dalam 9 bulan, dan Tingkat Pengangguran turun menjadi 8.3% dari 8.5%.
Data lain juga mendukung pandangan bahwa ekonomi sedang ekspansi, terutama di sektor Manufaktur. Data Factory Orders bulan Desember tumbuh 1.1% sementara order backlog (permintaan yang belum diproses) naik 1.4%, tertinggi lebih dari 2 tahun. Dan data ISM Non-Manufacturing Index maju ke level 56.8 di bulan Januari dari 53 pada bulan sebelumnya.
Indeks saham di Asia pagi ini dibuka naik dipimpin saham sektor komoditas dan eksportir setelah data data menunjukkan bahwa ekonomi AS semakin membaik. Ditengah membaiknya berita perbaikan ekonomi AS, para pemimpin partai politik besar anggota koalisi pendukung Pemerintah gagal menyetujui respon yang terkordinasi terhadap kerangka reformasi yang disyaratkan UE, ECB dan IMFuntuk mendapat bantuan finansial.
IHSG hari ini berpotensi menguat, terutama jika data GDP Indonesia yang dijadwalkan keluar hari ini lebih baik dari perkiraan. IHSG akan mencoba menembus level resistance 4022.
Minggu ini investor akan menantikan data inflasi China untuk menimbang kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Beijing dan menggeser perhatian mereka kembali pada krisis utang Eropa serta laporan keuangan dari sejumlah emiten besar seperti Cisco System, Coca-Cola, Visa dan Walt Disney.
Sebagian besar pakar ekonomi memperkirakan data inflasi China (dirilis hari Selasa) memperlihatkan perlambatan menjadi sekitar 4% (yoY) di bulan Januari, turun dari 4.1% (YoY) di bulan Desember.
Reserve Bank of Australia (RBA) akan memutuskan tingkat suku bunga acuan dan para ahli ekonomi mengharapkan penurunan 25 bps pada pertemuan RBA yang pertama untuk tahun ini. Suku bunga acuan Cash Rate sekarang berada di level 4.25% setelah diturunkan 2 kali pada akhir tahun lalu akibat semakin memburuknya krisis utang di Eropa.
Bank of Korea juga akan mengumumkan tingkat suku bunga acuan sementara data Industrial Production India dan data Machinery Orders dan Neraca Pembayaran (Balance Of Payment) jepang juga akan dirilis minggu ini.