Indeks saham di Asia umumnya ditutup naik setelah bank sentral AS berjanji mempertahankan suku bunga acuan di tingkat super rendah untuk 3 tahun ke depan dan mempertimbangkan pengaktifan kembali program pembelian aset untuk merawat proses pemulihan ekonomi yang berjalan lambat dan menahan laju inflasi turun terlalu jauh dari target 2%.
Dengan inflasi inti saat ini tumbuh 1.7% dan the Fed memperkirakan tingkat pengangguran tetap berada di atas 8% tahun ini, para analis yakin Quantitative Easing 3 (QE3) tidak terhindarkan lagi. Belakangan ini, the Fed telah mengincar pasar perumahan yang masih juga terpuruk, sehingga kebijakan QE3 kemungkinan besar akan melibatkan pembelian instrumen keuangan yang berkaitan dengan KPR untuk lebih menekan bunga KPR yang memang secara historis sudah sangat rendah.
Sejumlah ahli ekonomi berpendapat the Fed mungkin akan menunggu hingga bulan Juni bertepatan dengan berakhirnya Operation Twist, program penyesuaian portfolio the Fed yang bernilai $2.9 triliun dengan cara menjual obligasi Pemerintah AS jangka pendek dan menukarnya dengan obligasi Pemerintah AS bertenor panjang dengan tujuan untuk mencegah kenaikan suku bunga jangka panjang.
IHSG ditutup naik 0.50% atau 19.8 poin ke level 3983.4. Market Breadth berbalik arah menjadi positif karena 128 saham yang harganya naik, lebih banyak dari 99 saham yang menderita penurunan, sementara 127 saham tidak berubah harganya. Indeks saham Blue Chip LQ-45 juga ditutup lebih tinggi 0.50% atau 3.5 poin ke level 702.1. Namun, investor asing masih menarik keluar dana dari pasar saham, kali ini sebesar IDR 285.9 miliar, dengan BUMI, UNSP, BULL, SSIA, ASRI dan ICBP sebagai saham yang paling banyak dijual.
Indeks saham di semua 18 pasar saham Eropa Barat setelah bank sentral AS, the Fed memberi sinyal akan menahan suku bunga acuan super rendah hingga 2014 dan berita kreditur Yunani akan mengajukan proposal baru untuk kesepakatan pertukaran utang (debt swap)
Rally sepanjang bulan Januari ini tampaknya sudah mulai kehabisan tenaga. Indeks saham utama di Wall Street berbalik arah dan ditutup pada teritori negatif setelah data penjualan rumah baru (New Home Sales) bulan Desember secara mengejutkan turun untuk pertama kali dalam 4 bulan terakhir. Jumlah orang yang untuk pertama kali mengajukan klaim pengangguran (Initial Jobless Claims) minggu lalu mencatatkan kenaikan. Volatilitas yang tinggi disekitar masa liburan seperti ini biasanya menyembunyikan perbaikan pada pasar tenaga kerja.
Indeks saham di Asia pagi ini bergerak melemah setelah data penjualan rumah baru (New Home Sales) bulan Desember di AS secara tak terduga turun dan nilai tukar mata uang Yen menguat terhadap USD, memberi sentimen negatif pada saham-saham eksportir.
IHSG hari ini akan bergerak flat dan cenderung turun. IHSG kemungkinan besar akan bermain dalam kisaran perdagangan 3940 - 4022.