Indeks saham di Asia umumnya ditutup menguat ditopang oleh Laporan Keuangan fantastis perusahaan raksasa teknologi Apple, stabilnya pasar uang Eropa dan penurunan yield dai SUN negara zona Euro, dengan fokus investor beralih dari Eropa ke bank sentral AS, the Federal Reserve.
Sentimen pasar terangkat setelah Apple melaporkan laba dari tahun fiskal yang berakhir Desember 2011 naik 2 kali lipat, karena lonjakan penjualan iPhone. Pendapatan melejit 73% menjadi $46.3 miliar, melebihi ekspektasi yang hanya sebesar $38.85 miliar. Federal Reserve mengakhiri rapat kebijakan (policy meeting) pertama di 2012 pada Rabu malam dan Federal Open Market Committee (FOMC) akan memulai praktik baru mengumumkan proyeksi suku bunga acuan dan target inflasi.
Terpangkas 31 poin (-0.78%) ke level 3963.6, IHSG mencatatkan penurunan kedua dalam 3 hari terakhir. Market Breadth negatif karena 151 saham yang harganya turun, jauh lebih banyak dari 92 saham yang mengalami kenaikan, sementara 105 saham tidak berubah harganya. Indeks saham Blue Chip LQ-45 kehilangan 7.2 poin (-1.03%) ke level 698.5. Investor asing menarik IDR 310.5 miliar dari pasar saham dengan KIJA, BBNI, BUMI, BBRI, SSIA dan BHIT sebagai saham yang paling banyak dijual.
Dengan tidak adanya kemajuan dalam pemecahan masalah utang Yunani setelah pembicaraan antara Pemerintah Yunani dan pihak swasta pemegang obligasi mengalami kebuntuan minggu ini, investor melakukan aksi profit taking. Indeks saham di 12 dari 18 pasar pasar saham di Eropa Barat melemah.
Surat kabar Financial Times mengabarkan IMF telah menambah tekanan pada pejabat Eropa untuk mengambil peran lebih besar dalam mengisi beban defisist anggaran belanja Yunani dengan cara memaksa ECB menerima kerugian pada 40 miliar Euro SUN Yunani yang dimiliki ECB.
Sentimen positif dar Laporan Keuangan Apple dan janji Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga untuk 2 tahun ke depan mendongkrak kenaikan indeks saham utama di Wall Street.
Aksi beli mendapat momentum setelah the Fed mengatakan akan mempertahankan suku bunga hingga 2014, lrbih lama dari yang investor antisipasi. Langkah ini diambil sebagai tanda komitmenbank sentral untuk memelihara pemulihan ekonomi. The Fed juga mengambil langkah historis menetapkan target inflasi sebesar 2%.
Indeks saham di Asia pagi ini di buka naik setelah the Fed menjanjikan akan mempertahankan suku bunga acuan di level yang super rendah hingga akhir 2014. Pasar saham di Australia, India, China dan Taiwan hari ini tutup karena hari libur sementara pasar saham di Hong Kong akan kembali beroperasi setelah libur imlek.
Korea Selatan pagi ini melaporkan ekonominya tumbuh 0.4% di Q4 2011, lebih rendah dari estimasi dan jauh di bawah perkiraan bank sentral. Fibanding tahun sebelumnya, Gross Domestic Product (GDP) tumbuh 3.4%
IHSG hari ini masih berpeluang untuk bergerak ke bawah dan berada dalam kisaran 3940 - 4022.